Selasa, 19 November 2019


Honda Monkey Siap Nampang di Jakarta Fair, Motor Bergaris Klasik yang Semakin Diburu Penghobi

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 1327
Honda Monkey Siap Nampang di Jakarta Fair, Motor Bergaris Klasik yang Semakin Diburu Penghobi

Honda Monkey, Motor Retro Klasik

PONTIANAK, SP - Para penghobi dan pengkoleksi motor-motor antik, akan semakin dimanjakan oleh produk terbaru PT Astra Honda Motor (AHM). Pabrikan berlogo sayap mengepak tersebut, akan meluncurkan Honda Monkey.  

Walau model lawas, namun motor ini kembali mulai digemari, termasuk di Indonesia. Motor bergaris klasik yang didesain memang serba kecil, tetapi berotot, sudah dua kali ditampilkan oleh PT AHM di pameran.  

"Monkey memang sudah dua kali display, kemarin sudah study final. Mudah-mudahan semester kedua kita lihat hasilnya," kata Direktur Marketing AHM, Thomas Wijaya.  

Seiring janji tersebut, dalam waktu dekat, tepatnya pada Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2019, yang akan digelar, Honda Monkey dipastikan akan tampil lagi. PT AHM sendiri memang masih mempelajari pasar terkait motor unik satu ini.   Sehingga, JFK 2019, bisa saja jadi momen yang cocok untuk peluncuran Monkey, walau AHM sendiri belum bisa memastikannya.  

"Jakarta Fair? Kita masih tunggu sebentar lagi, tinggal analisis finalnya. Jakarta Fair tunggu kan masih ada beberapa hari lagi menjelang opening," ujar Thomas.  

Honda Monkey sebenarnya sudah dipasarkan di Indonesia melalui importir umum. Namun, pertimbangan harga masih menjadi tantangan karena persoalan bea impor, sekalipun kendaraan ini hanya bermesin 125 cc.  

Motor klasik penuh kenangan ini, sudah mengaspal di Negeri Gajah Putih, Thailand. Di sana, Honda Monkey dibanderol Rp50 jutaan. Honda Monkey langsung mencuri perhatian banyak orang. Hal ini wajar, karena Honda Monkey lawas, memang ternama di pelosok global. Tak hanya di Asia, Eropa, dan juga Amerika.  

Motor mungil dikenal sebagai motor jalanan yang bisa dipakai di kawasan urban. Meski sarat nilai modern, tak bisa ditampik kalau Honda Monkey baru berpenampilan retro. Bisa dilihat dari banyak aspek dengan bentuk bundar maupun minim sudut.   Kelir dipermanis warna putih pada tangki juga masuk desain retro.

Sedang kelir utama ada tiga, yaitu Pearl Nebula Red, Banana Yellow, dan Pearl Glittering Blue. Warna merah sangat ikonik dan kuning sangat menarik.  

Bobot motor mungil ini sekitar 107 Kg dan punya jarak sumbu roda 1.181 mm. Ketinggian jok 777 mm, serta menggunakan material tebal nan empuk. Dengan itu, posisi berkendara tak terlalu menyulitkan. Buat tinggi rata-rata orang dewasa Indonesia masih bisa menikmati.  

Setang juga diposisikan agak tinggi. Peleknya 12 inci 10 palang dan dibalut ban tebal, meningkatkan aura retro sekaligus nilai fungsi pengendaraan dan pengendalian.  

Dapur pacu 125 cc dengan pendingin udara dan sudah menerapkan teknologi injeksi. Transmisi manual 4-speed dengan tuas kopling bakal merepotkan sejumlah pengguna yang ingin berkendara santai dengan Monkey. Super Cub C125 saja tidak pakai tuas kopling.  

Harga Honda Monkey di Indonesia memang belum dirilis. Kemungkinan nasibnya mirip Super Cub C125 yang dijual Rp 55 juta di sini. Sebagai produk CBU juga, Monkey bisa punya banderol tak jauh berbeda dari Super Cub. (mul)