Rabu, 23 Oktober 2019


Yok Kite Kenali “Isi Piringku”, Program Acuan Pola Makan Sehat

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 692
Yok Kite Kenali “Isi Piringku”, Program Acuan Pola Makan Sehat

Yok Kite Kenali “Isi Piringku”, Program Acuan Pola Makan Sehat

PONTIANAK, SP - Ada kepastian jika mungkin kita sering mendengar kata 4 sehat 5 sempurna, yaitu mungkin sekitar 20 tahun yang lalu. Sebuah konsep yang pernah menjadi acuan pola makan sehat masyarakat Indonesia.   Kini, seiring perubahan zaman dan pola hidup masyarakat modern, konsep tersebut beralih menjadi dan mengenalkan “Isi Piringku" .

Apa itu isi piringku, mari kita simak tentang “Isi Piringku”.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat (Dirjen Kesmas) Kemenkes RI, Anung Sugihantono mengatakan, konsep 4 sehat 5 sempurna, dinilai sudah tidak sesuai dengan perkembangan ilmu gizi saat ini. Jika sebelumnya konsep 4 sehat 5 sempurna itu menganggap susu sebagai pangan yang sempurna.  

Padahal susu bukan satu-satunya yang menyempurnakan bahan pangan lainnya. Di dalam hal ini susu memang sumber portein dan lemak. Jadi memang pesannya salah. Seolah-olah susu bisa menggantikan segala kebutuhan gizi ,protein dan karbohidrad dalam tubuh manusia.
 

Belum lagi konsep 4 sehat 5 sempurna juga tidak membicarakan porsi bagi kebutuhan tubuh setiap orang. Sehingga akibatnya, Indonesia dihadapkan dengan masalah obesitas, disamping malnutrisi di beberapa daerah pelosok. Itu sebabnya, dalam slogan “Isi Piringku”, Kemenkes menerapkan porsi bagi masing-masing bahan pangan.
 

Konsep “Isi Piringku” secara umum menjelaskan bahwa, satu piring terbagi jadi dua, setengah dari komposisi ini terdiri dari sayur dan buah, setengah porsi lainnya lauk dimana dua per tiganya sumber karbohidrat.
 

Dalam konsep
Isi Piringku”, tak hanya membatasi porsi,  namun juga menekankan pentingnya membatasi gula, garam dan lemak dalam konsumsi sehari-hari. Dalam sehari batas maksimal seseorang konsumsi gula adalah empat sendok makan, satu sendok teh untuk garam, dan dan lima sendok makan untuk minyak goreng.
 

Selain itu juga pesan yang menjadi penting dalam konsep piringku adalah bagaimana masyarakat dapat menjalani pola gizi seimbang seperti minum air putih yang cukup,aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dan cek kesehatan secara teratur misalnya memantau berat badan.  

Adapun aturan pembagian makanan dalam ‘Isi Piringku’ adalah, setengah porsi piring makan, terdiri dari sayur dan buah-buahan dengan beragam jenis dan warna. Seperempat piring makan diisi dengan protein. Bisa diisi ikan, ayam atau kacang-kacangan. Batasi konsumsi daging merah ataupun daging olahan.
 

Seperempat piring makan dipenuhi dengan karbohidrat dari biji-bijian utuh, nasi merah, gandum utuh, atau pasta. Hati-hati dalam pemilihan sumber karbo, misalnya roti atau beras putih karena kandungan gulanya tergolong tinggi. Lengkapi dengan sedikit minyak sehat, seperti minyak zaitun, minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak kanola. Sebaiknya hindari minyak yang mengandung lemak jenuh atau kolesterol tinggi.  

Konsumsi air putih yang cukup, namun batasi susu serta produk turunannya. Batasi konsumsi susu hingga 2 gelas per hari, jus sekitar satu gelas per hari, dan hindari minuman dengan kandungan gula tinggi.  

Kita harus mengetahui dan memahami bahwa prinsip gizi seimbang bagi setiap orang dapat di penuhi melalui 4 pilar utama seperti, Pola Hidup Aktif dan berolahraga. Menjaga berat badan yang seimbang, mengkonsumsi makanan yang berserat seperti buah dan sayur, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
 

Pilar-pilar gizi seimbang memang mudah jika kita mau melakukan. Konsep “Isi Piringku”, bukanlah hal yang rumit untuk dilaksanakan dalam keseharian cukup memperhatikan porsi makan kita setiap harinya mulai dari karbohidrad seperti nasi, lauk melalui ikan, telur, sayuran dan buah-buahan yang diatur dalam porsi makan. (mul/biz)