Minggu, 08 Desember 2019


Mengenal eSAF Teknologi Terbaru Buatan Honda yang Disematkan pada Genio

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 149
Mengenal eSAF Teknologi Terbaru Buatan Honda yang Disematkan pada Genio

Honda Genio, yang punya rangka eSAF, sebagai teknologi terbaru pada Sepeda Motor.

PONTIANAK, SP - PT Astra Honda Motor (AHM), melalui Honda Genio 110, memperkenalkan teknologi rangka baru. Teknologi tersebut adalah Enhanced Smart Architecture Frame ( eSAF).  

AHM menyatakan, saat ini, baru Honda Genio saja yang menggunakan teknologi termutakhir ini di Indonesia. Teknologi yang sudah diuji pengembangannya dalam satu tahun terakhir tersebut, ternyata dilirik oleh Honda Thailand dan Vietnam.  

Teknologi eSAF adalah berupa jenis rangka baru untuk sepeda motor. Perbedaan paling kentara di rangka ini adalah susunannya yang seperti sasis mobil, yaitu sasis monokok. Rangka eSAF minim sambungan, juga tak bulat seperti pipa tapi dari pelat yang ditekuk dan dipres.
 

Alhasil, motor menjadi lebih ringan dan lebih ringkas. Pada sisi pengguna, pengendalian motor menjadi lebih baik, ruang bagasi lebih luas, serta meningkatkan efisiensi bahan bakar.  

Di samping berbagai kelebihan yang dimiliki, pihak AHM juga ternyata tak menutup kemungkinan bahwa rangka baru tersebut bisa digunakan untuk produk kendaraan listriknya.  

Rangka yang lebih ringan dari model sebelumnya ini, membuat efisien energi semakin menjadi meningkat. Walau pada dasarnya, jenis rangka apa saja bisa digunakan, namun eSAF punya banyak kelebihan. Ada empat kelebihan penggunaan rangka eSAF, yaitu lebih ringan pembuatan rangka ini bukan lagi menggunakan pipa tetapi pelat baja yang ditekuk dan dipres, kemudian di las laser sehingga ada lipatan atau tulang di sisi-sisinya.  

Sebanyak 34 komponen dihilangkan dalam penggabungan ini, sehingga rangka tampak lebih simpel. Secara bentuk, rangka hanya terdiri dari rangka utama (underbone) dan tambahan dua tulang bagian belakang (sub frame). Karenanya, bobot rangka jadi lebih ringan 8 persen dibanding rangka skutik Honda sebelumnya.  

Rangka yang lebih ringan ini membuat pengendaraan menjadi lebih nyaman dan mudah khususnya ketika bermanuver. Bobot motor juga berkurang, atau tidak berat. Yang kedua adalah lebih kuat dan minim deformasi meskipun lebih ringan. eSAF diklaim memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan rangka sebelumnya, karena menggunakan bahan steel atau baja. Berdasarkan uji internal, sasis lebih tahan dari defleksi atau pembengkokan saat dikendarai. Rangka lebih kaku dan kuat.  

Kemudian proses penyatuan yang menggunakan alat las laser (laser welding) juga diyakini bisa meminimalisir deformasi atau perubahan bentuk. Maka, waktu produksi menjadi lebih efisien. Sebelum menjadi satu kesatuan rangka, ada enam bagian sisi frame.  

Penyatuan dilakukan penggunakan laser welding, di mana secara kualitas lebih baik dan tidak mempengaruhi komposisi frame bodinya. Deformasi juga bisa dibilang hampir tidak ada.  

Yang ketiga adalah meningkatkan kapasitas tangki dan bagasi rangka eSAF mampu memberikan pemanfaatan ruang yang semakin efisien, dalam hal ini adalah luas bagasi dan tangki bahan bakar.  

Penggunaan rangka ini juga memungkinkan Genio dimasukkan mesin eSP generasi terbaru, 110 cc SOHC PGMFI. Mesin ini mampu merilis tenaga 6,6 kW pada 7.500 rpm dan torsi puncak di 9,3 Nm pada 5.500 rpm, serta kecepatan maksimum 94 kpj. 4. Efisiensi Bahan Bakar Bobot kendaraan berbanding lurus dengan konsumsi bahan bakar.  

Oleh sebab itu, penggunaan rangka eSAF mampu membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien. Pihak AHM memang tidak bisa menyatakan secara pasti perbedaan konsumsi bahan bakar Genio, yang sudah pakai teknologi eSAF dibandingkan BeAT atau Scoopy.  

Namun berdasarkan internal Honda dengan metode ECE R40, Genio mengonsumsi bahan bakar 59,1 km/liter, yang artinya bahwa dengan tangki terisi penuh, motor mampu menjangkau perjalanan hingga sejauh 248 km. Perlu diketahui juga, berat bersih Genio adalah 89 kilogram (CBS) dan 90 kilogram (CBS-ISS). Sedangkan BeAT dan Scoopy memiliki berat ringan 92 kilogram (CW) dan 93 kilogram (CBS-ISS). (*)