Minggu, 08 Desember 2019


Rangka eSAF Honda Genio Bisa Digunakan pada Motor Listrik

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 135
Rangka eSAF Honda Genio Bisa Digunakan pada Motor Listrik

Rangka eSAF pada Honda Genio, yang merupakan teknologi terbaru pada Sepeda Motor.

PONTIANAK, SP - Rangka baru yang disematkan pada Honda Genio, yaitu enhandced Smart Arcitecture Frame (eSAF), adalah salah satu teknologi baru pada produksi Sepeda Motor. Perbedaan paling kentara di rangka ini adalah susunannya yang seperti sasis mobil, yaitu sasis monokok.  

eSAF, sebagai ranhka baru, minim sambungan, juga tak bulat seperti pipa tapi dari pelat yang ditekuk dan dipres. Alhasil, motor menjadi lebih ringan dan lebih ringkas. Pada sisi pengguna, pengendalian motor menjadi lebih baik, ruang bagasi lebih luas, serta meningkatkan efisiensi bahan bakar.  

Di samping berbagai kelebihan yang dimiliki, pihak AHM juga ternyata tak menutup kemungkinan bahwa rangka baru tersebut bisa digunakan untuk produk kendaraan listriknya. eSAF ini sifatnya universal, sehinmgga tinggal desainnya saja nanti yang disesuaikan seperti apa karena ada kebutuhan baterai dan kabel lainnya. Dengan rangka yang lebih ringan dari pada model sebelumnya, membuat efisiensi energi menjadi meningkat.  
Pada dasarnya, jenis rangka apa saja bisa digunakan, namun, eSAF punya banyak kelebihan. Namun, walau dinyatakan pada segmen sepeda motor yang sama, yaitu Skutik 110 cc, tak lantas membuat Honda Genio mirip dengan BeAT.   Banyak perbedaan antara keduanya. Bahkan, komponen yang digunakan motor Rp17 jutaan tersebut amat berbeda dan tidak bisa disubsitusi dengan BeAT.  

Antara Genio dan BeAT tidak bisa subsitusi komponen karena mulai dari rangka, mesin, hingga komponen lainnya berbeda. Kesamaannya mungkin hanya di bagian-bagian kecil saja (fast moving) seperti ban, busi, aki, kampas rem, filter udara, serta cakram depan.  

Berdasarkan data spesifikasi, Honda Genio mengusung mesin eSP generasi baru berkubikasi 109,5 cc SOHC dengan bore x stroke 47 mm x 63,1 mm. Jantung pacu ini jauh lebih ringkas dibanding milik BeAT (50 mm x 55,1 mm). Komperasi mesin juga berbeda. Milik Genio adalah 10:1 sedangkan BeAT mencapai 9.5:1.  

Dari perbandingan tersebut jelas bahwa mesin kedua skutik tersebut tidak bisa disubsitusi. CVT-nya juga berbeda dari desain dan kode partnya. Jadi tidak bisa saling subsitusi.  

Perbedaan lain juga meliputi bagian kelistrikan seperti ECM, sistem pengereman depan, knalpot, serta kapasitas tangki dan bagasi yang mengikuti bentuk rangka baru.  

Berkat rangka eSAF, kapasitas tangki BBM Genio lebih besar 0,2 liter dan bagasinya 3 liter lebih besar dari BeAT. Maka bisa dikatakan motor ini benar-benar baru, bahkan bila dibandingkan BeAT sekalipun. (*)