Selasa, 19 November 2019


Cabang ke-10 Aming Coffee Berkonsep Millenial

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 35
Cabang ke-10 Aming Coffee Berkonsep Millenial

Caption POTONG PITA - Limin Wong (baju merah) memotong pita yang menandai peresmian pembukaan cabang ke-10 Aming Coffee, yang terletak di Jalan Putri Candramidi. Arief Adi Mulia/Suara Pemred

PONTIANAK, SP - Aming Coffee Cabang ke-10 di Kota Pontianak resmi dibuka. Melalui Grand prosesi Grand Opening yang semarak, cabang ke-10 ini bernuansa modern dan cocok untuk kalangan millenial.

Grand Opening Aning Coffee yang terletak di Jalan Putri Candramidi ini berlangsung pada Senin (21/10). Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil , Koperasi UKM dan Perdagangan, Haryadi serta berbagai lapisan masyarakat Kalbar, yang menjadi pelanggan setia Aming Coffee.

Menurut sang pemilik, Limin Wong, konmsep coffee shop miliknya yang ke-10 di Kota Pontianak ini, mengikuti perkembangan jaman yang sudah semakin modern. Ia berharap, dengan konsep yang seperti ini, akan semakin membuat betah pengunjung.

“Konsep modern adalah suatu keniscayaan, harus mengikuti gaya anak muda millenial. Semoga dengan konsep ini, semakin membuat betah dan nyaman dijadikan tempat nongkrong," papar Limin.

Hingga saat ini, Aming Coffee telah memiliki 10 cabang yang tersebar di kota-kota yang ada di Indonesia. mulai dari Kota Pontianak, Singkawang, Jakarta, Bogor, dan Yogjakarta. Di Kalbar, Pontianak khususnya, Aming Coffee terkenal dengan paduan kopi yang mempunyai ciri khas tersendiri, yang tentunyta sangat disukai oleh semua kalangan.

"Ini merupakan cabang yang ke-10. Dua cabang masih mempertahankan gaya tradisional, delapan lainnya sudah dibuat lebih modern dan millenial," tutur Limin, saat diwawancarai disela-sela kesibukannya menerima tamu.

Dua cabang yang berkonsep modern adalah gerai di Jalan Putri Candramidi, di Transmart, dan Bandara Supadio. Sementara di luar daerah, ada di Serpong, Bogor, Jakarta, dan Yogyakarta. Secara harga, Aming Coffee bersaing, sesuai dengan kualitas.

Limin berharap, dengan bertambahnya cabang Aming Coffee, dapat memajukan nama Kota Pontianak. Aming Coffee sendiri sudah berdiri sejak 1970 hingga sekarang. Tentu sudah tidak diragukan lagi rasa dan ciri khas racikan kopi yang ditawarkan.

"Racikannya masih menggunakan cara tradisional, terutama saat menyeduh kopi yang khas dari Aming Coffee, dengan biji kopi khas robusta dari Sumatera ," ujarnya.

Limin menjelaskan, kopi Aming berbeda dengan kopi lainnya, seperti produksi tepung kopinya, penggilingan, sangrai, pemilihan biji kopi, yang semua langsung di kontrol sendiri.

Sebagai pengusaha lokal asal Pontianak, Limin telah berhasil mengembangkan usahanya hingga ke Pulau Jawa. Berawal dari warung kopi kecil di dalam gang, kini usahanya berkembang hingga ke luar.

Kopi susu menjadi menu andalan di coffee shop ini. Menurut para penikmat kopi, kopi buatan Aming memiliki rasa yang autentik di lidah. Aming membuat kopi menjadi 'layak' dikonsumsi bagi semua kalangan umur, dari anak muda hingga orang tua. Ia telah memiliki 100 karyawan di 10 cabang tersebut. (rif)