Rabu, 23 Oktober 2019


Bengkayang Dianggap Paling Ideal

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 2467
Bengkayang Dianggap Paling Ideal

PLTN - Salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Saat ini Kalbar setidaknya memiliki 8 tempat yang ideal untuk membangun PLTN, hanya tinggal menunggu intruksi Presiden dalam realiasainya.

Pemerintah berencana membangun 8 Pembangkitan Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalbar, salah satu tempat yang di anggap cocok adalah Kabupaten Bengkayang. Hal tersebut disampaikan oleh Pegiat nuklir yang juga pendiri Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) Dr Netty Herawati, Selasa (2/7) kemarin.

Netty menyebut, bahwa dari aspek regulasi untuk pemerintah pusat sudah ada berbagai kebijakan untuk mendukung pembangunan PLTN di Indonesia. Namun untuk memperkuat kebijakan yang sudah ada masih diperlukan pernyataan "go nuklir" dari presiden.

“Adapun kebijakan di tingkat daerah diperlukan kebijakan yang memuat opsi PLTN untuk rencana pembangunan Kalbar melalui RUED, RIPIDA dan RPJMD,” papar dia.

Terkait lokasi pembangunan PLTN sebagaimana Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang telah memetakan delapan lokasi di Provinsi Kalbar yang cocok untuk pembangunan, menurutnya yang cocok di Kabupaten Bengkayang.

“Dari enam sampai delapan calon tapak di Kalbar yang paling memenuhi syarat adalah tapak di Kabupaten Bengkayang. Hal itu karena mempunyai nilai paling tinggi dilihat dari aspek geografi kependudukan, keekonomian industri dan keselamatan PLTN,” sebut dia.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, Eddy menyambut baik wacana pembangnunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, khususnya di Kabupaten Bengkayang, meskipun Ia tidak mengetahui pertimbangan dan kajian yang dilakukan sehingga Bengkayang dianggap paling cocok. 

"Saya tidak mengetahui pertimbangan dan pengkajian yang dilakukan sehingga Kabupaten Bengkayang yang dianggap saling cocok untuk wilayah pembangunan PLTN.  Tentu harus juga dijelaskan kepada masyarakat. Jaminan keamanan dan keselamatan masyarakat merupakan hal yang paling penting," ujar Eddy, Kamis (4/7).

Eddy juga mengatakan,  Pemerintah harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa pembangunan PLTN tersebut aman bagi warga di sekitar titik wilayah yang akan dibangun,  sehingga masyarakat bisa menerima dan memahami. 

“Kemudian  jika memang akan dibangun PLTN,  maka harus mempunyai manfaat secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Bengkayang,  jangan sampai masyarakat  setempat tidak diberdayakan," ucapnya. (narwaty)