Selasa, 12 November 2019


Pengangkutan Sampah Terhambat Jalan Rusak

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 73
Pengangkutan Sampah Terhambat Jalan Rusak

AKSES JALAN - Akses jalan menuju lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Jalan Gardu Induk Saluran Udara Tetangga Ekstra Tinggi (GI-SUTET) di Desa Magmagan Karya, Kecamatan Lumar, mengalami kerusakan parah dan sedang diperbaiki.

BENGKAYANG, SP- Akses jalan menuju lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Jalan Gardu Induk Saluran Udara Tetangga Ekstra Tinggi (GI-SUTET) di Desa Magmagan Karya, Kecamatan Lumar, mengalami kerusakan parah dan sedang diperbaiki. Hal ini membuat proses pengangkutan sampah terhambat.

Kerusakan jalan sepanjang lebih kurang dua kilometer tersebut diperparah saat datangnya musim hujan. Kondisi ini membuat kendaraan pengangkut sampah tak bisa melintas dan menghambat ritme pengangkutan sampah, sehingga sampah-sampah  yang ada di TPS dalam Kota Bengkayang tidak dapat diangkut.

Kepala Seksi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkayang Alginus mengatakan, ada beberapa problem yang dihadapi pihaknya dalam penanganan sampah. Satu diantaranya terkait akses jalan yang rusak dan sulit dilewati kendaraan pengangkut sampah.

"Sehingga yang kami lakukan saat ini adalah memperbaiki jalan supaya bisa dilewati kendaraan. Terutama pada dua tanjakan yang cukup curam," ucap Alginus, Selasa (22/10).

Untuk memudahkan arus angkutan sampah, akses jalan menuju TPA akan ditimbun menggunakan campuran pasir dan batu (sertu) dan menurunkan bahu supaya lebih rendah.

"Sementara ini, hanya perbaikan jalan seperti itu yang dapat kami lakukan karena keterbatasan dana operasional untuk mengelola sampah. Padahal masalah sampah saat ini sangat serius dihadapi warga Bengkayang,” ungkapnya. 

Tak hanya soal akses jalan yang rusak, Alginus juga mengungkapkan bahkan ada salah satu akses jalan menuju TPA yang ditutup oleh warga pemilik tanah. Kemudian, permasalahan lain yang dihadapi yakni terkait jumlah armada mobil angkutan sampah yang terbatas serta mobil pengangkut sampah yang sering rusak.

"Untuk kenyamanan angkutan sampah, sebaiknya jalan diaspal. Apalagi cuma dua kilometer saja, namun kami tak bisa berbuat banyak dengan keadaan jalan rusak," tutup Alginus. (nar)