Rabu, 19 Februari 2020


BPS Terapkan Metode Sensus Penduduk Online

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 186
BPS Terapkan Metode Sensus Penduduk Online

SENSUS – Petugas BPS menunjukan apilkasi pendataan penduduk melalui sistem online. Pendataan mulai dilakukan Februari 2020. Di Bengkayang, BPS menyosialisasikan pendataan penduduk online di kalangan pelajar SMA.

BENGKAYANG, SP - Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkayang menerapkan sistem online sensus penduduk. Sensus online rencananya mulai dilakukan Februari 2020.

Sensus penduduk berbasis online ini akan mengandeng kalangan pelajar di Bengkayang. Sebagai persiapan awal, BPS menyasar pelajar dari kalangan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala BPS Bengkayang, Amad Badar menyatakan, sensus penduduk tahun ini menggunakan dua metode, yakni online dan offline. Sensus berbasis online rencananya akan dimulai 15 Februari sampai 31 Maret 2020. Sementara untuk penduduk yang belum menyampaikan data secara online akan didata petugas sensus dari 1 Juli- 31 Juli 2020.

"Sensus penduduk berbasis online sengaja ditetapkan untuk mempercepat sistem pendataan dan pemuktahiran data secara mandiri, sehingga mempermudah warga yang memiliki aktifitas tinggi," ujarnya.

Sistem online dilakukan mengingat tidak semua penduduk memiliki waktu luang atau mudah untuk ditemui. Melalui sistem online, pendataan sensus penduduk diharapkan tidak ada yang terlewatkan. Karena itu, BPS juga mengajak seluruh masyarakat Bengkayang menyampaikan data di situs dengan basis data nomor e-KTP dan Kartu Keluarga (KK).

"Sensus penduduk berbasis online kita mengandeng pelajar tingkat SMA, mengingat mereka lebih faham menggunakan gadget atau android untuk mengisi data diri dalam proses pencatatan sensus penduduk tahun 2020," ujarnya. 

Amad Badar berharap, peran aktif dari pelajar untuk mampu menghandle data para orangtua mereka dan menyampaikan datanya dengan baik dan benar, melalui sistem online. 

Amad menambahkan, sensus penduduk ini merupakan keseluruhan dari proses pencatatan total data demografi di suatu negara untuk mengetahui jumlah penduduk dalam suatu negara, termasuk di Bengkayang.

Kepala sekolah SMAN 1 Bengkayang, Digna Rita menyambut baik penerapan sistem online yang dilakukan BPS dengan menggandeng kalangan pelajar.

“Tentu juga kita berharap sensus berbasis online tidak mengurangi akurasi data penduduk yang juga dilakukan dengan cara manual,” katanya.

Digna juga berharap kalangan pelajar menjadi agen perubahan dan pelopor dalam memberikan informasi kepada orangtua mereka yang mungkin belum mengerti cara penggunaan sensus online. (nar/jee)