Rabu, 19 Februari 2020


386 Guru Kontrak Ikut Uji Kompetensi, Disdikbud Banyak Terima Laporan Negatif

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 282
386 Guru Kontrak Ikut Uji Kompetensi, Disdikbud Banyak Terima Laporan Negatif

UJI KOMPETISI – Sejumlah guru kontrak di Bengkayang mendengarkan arahan tentang tujuan dan maksud digelarnya uji kompetisi untuk guru kontrak. Melalui uji kompetisi diharapkan kualitas guru kontrak meningkat. suara pemred/narwati

BENGKAYANG, SP - Sebanyak 382 tenaga guru kontrak daerah mengikuti pembinaan dan uji kompetensi guru kontrak daerah dari angkatan 2014 dan 2018, di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, Selasa (21/1).

Uji kompetensi dilakukan untuk untuk melihat kemampuan guru dan bahan evaluasi untuk kelanjutan kontrak. Peserta yang ikut dalam ujian diberikan beberapa soal dalam bentuk ide dan gagasan, bukan pilihan ganda. Ini dimaksudkan untuk lebih mendiskripsikan secara komprehensif pengabdian diri selama mengajar sebagai guru kontrak.

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, Gustian Andiwinata mengatakan uji kompetensi merupakan salah satu tahap yang harus dilewati oleh guru kontrak dan honorer.

"Kita lakukan tes untuk guru kontrak untuk melihat kompetensi mereka membangun pendidikan di Bengkayang, termasuk loyalitas, kompetensi dan kerajinannya di sekolah. Itu perlu kita lihat ulang," ujar Gustian.

Menurut Gustian, tes dilakukan bukan semata untuk menguji kompetensi guru, tetapi juga untuk melihat perkembangan kurikulum dan menyesuaikan dengan perangkat yang baru.

"Nanti jika hasil tes mereka di bawah passing grade akan ada pertimbangan, bukan semata dari hasil tes hari ini. Kita juga menilai kerajinan, sifat dan tingkah laku selama menjadi guru kontrak itu juga kita kumpulkan," jelas Gustian.

Dengan uji kompetensi ini diharapkan ada perbaikan kualitas guru kontrak dan kinerja mereka nanti dalam memberikan materi dan inovasi pelajaran di sekolah.

"Kita harap kemampuan guru kontrak terus meningkat dan mampu menjadi pendidik yang berkualitas bagi siswa," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi PTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, Aleksander Budi Trihartono menyatakan, uji kompetensi guru kontrak didasari banyaknya laporan guru kontrak tidak disiplin, kurang berinovasi, serta kurang meningkatkan kompetensi diri.

"Dengan uji kompetensi ini kita ingin melihat peningkatan kompetensi mereka. Kami juga banyak menerima laporan guru kontrak kurang disiplin dan sering bolos," ucapnya.

Alexander menambahkan, guru kontrak yang tidak lulus uji kompetensi akan ada pertimbangan lain seperti pengabdian mengajar, kerajinan, perilaku, kompetensi di sekolah dan inovasi. (nar/jee)