Senin, 20 Januari 2020


Sejumlah Warga London Dipuji Pahlawan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 69
Sejumlah Warga London Dipuji Pahlawan

SERANGAN TERORIS - Polisi dan petugas forensik memeriksa lokasi serangan teroris di London Bridge

Sejumlah warga London dipuji sebagai pahlawan karena membantu mengamankan pria berpisau yang menewaskan dua orang dalam serangan teroris di London Bridge, Inggris. Orang-orang itu bersama-sama melumpuhkan pelaku ke tanah tanpa menyadari bahwa pelaku saat itu memakai rompi peledak. 

Seperti dilansir AFP, Sabtu (30/11), rompi peledak yang dipakai pelaku belakangan diketahui palsu. Pelaku yang diidentifikasi bernama Usman Khan (28) itu, tewas setelah ditembak polisi yang dikerahkan ke lokasi kejadian pada Jumat (29/11) waktu setempat. 

Para politikus, pejabat kepolisian, rohaniawan tertinggi Gereja Inggris dan banyak pengguna media sosial melontarkan pujian atas upaya sekelompok warga London yang mengamankan pelaku dan melucuti senjata yang digunakannya menikam sejumlah orang, sebelum polisi tiba di lokasi. 

Beberapa warga lainnya yang ada di sekitar lokasi merekam momen dramatis itu dengan telepon genggam mereka. 

"Apa yang luar biasa soal gambar yang kita lihat adalah kepahlawanan yang menakjubkan dari sejumlah anggota masyarakat yang sungguh-sungguh berlari menuju bahaya, tidak menyadari apa yang mereka hadapi," ucap Wali Kota London, Sadiq Khan, dalam pernyataannya. 

"Anggota masyarakat itu tidak menyadari bahwa saat itu ada hoax peledak dan mereka sungguh yang terbaik -- contoh lain dari keberanian dan kepahlawanan dari warga London biasa yang berlari menuju bahaya, mempertaruhkan keselamatan pribadi untuk berusaha dan menyelamatkan orang lain," imbuhnya.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, memuji 'keberanian luar biasa dari anggota masyarakat yang secara fisik mengintervensi untuk melindungi nyawa orang lain'. "Mereka mewakili yang terbaik dari negara kita dan saya berterima kasih kepada mereka atas nama negara kita," ucapnya.

Rekaman video yang beredar menunjukkan bahwa beberapa pria mengamankan dan menindih pelaku penyerangan ke tanah. Beberapa saat kemudian, polisi tiba di lokasi dan mengendalikan situasi. Satu per satu warga yang tadinya menindih pelaku, berlari menjauh.

Saat tiga polisi mengepung pelaku sembari menodongkan senjata mereka, dibutuhkan beberapa detik bagi satu pria terakhir untuk melepaskan diri dari cengkeraman pelaku. Pria terakhir itu ditarik salah satu polisi bersenjata hanya beberapa detik sebelum seorang polisi lainnya melepas tembakan.

Rekaman video juga menunjukkan momen saat seorang pria lainnya yang memakai jas lengkap tampak berdiri di dekat pelaku, sambil memegang pisau yang baru direbut dari pelaku. Dia mundur beberapa langkah setelah polisi bersenjata tiba di lokasi. Masih memegang pisau pelaku di tangan kanannya, pria itu meminta orang-orang lainnya yang ada di lokasi untuk berlari menjauh saat dua tembakan dilepaskan polisi.

Stevie Hurst, nama pria itu, menuturkan bahwa dirinya awalnya melihat orang-orang berlari menjauh namun dia merasa 'terdorong' untuk keluar dari mobilnya dan mendekati lokasi insiden. 

"Orang-orang berteriak, 'Dia menikam sepasang perempuan'. Semua orang yang ada di atas pria itu berupaya melumpuhkannya ke tanah. Saya melihat bahwa sebilah pisau masih ada di tangannya jadi saya menginjakkan kaki saya dan menendangnya di kepala: kami berusaha melakukan apapun yang kami bisa untuk berusaha dan melepaskan pisau itu," tutur Hurst. 

"Orang-orang yang ada di sana luar biasa. Sungguh orang-orang luar biasa. Pahlawan yang mengagumkan," ucapnya.

Diketahui, pelaku serangan teroris di London Bridge, Inggris, telah diketahui identitasnya. Kepolisian Inggris menyebut pelaku bernama Usman Khan dan menyebutnya sebagai bekas narapidana (napi) kasus terorisme yang bebas tahun lalu.

Kepolisian setempat menegaskan pihaknya tidak secara aktif mencari tersangka lainnya terkait serangan teroris tersebut. Kepolisian Inggris sebelumnya telah menyatakan penyerangan di London Bridge sebagai 'insiden teroris'.

"Individual ini dikenal oleh otoritas setempat, pernah divonis bersalah atas dakwaan terorisme tahun 2012," sebut Kepala Divisi Pemberantasan Terorisme pada Kepolisian Metropolitan London, Neil Basu, dalam pernyataannya. 

"Dia dibebaskan dari penjara pada Desember 2018 dengan lisensi (semacam pembebasan bersyarat) dan jelas, fokus penyelidikan sekarang adalah mencari tahu bagaimana dia bisa melakukan serangan ini," imbuhnya. (dtk/bob)