Senin, 20 Januari 2020


Pemerintah Janji Soal Akses Kerja

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 54
Pemerintah Janji Soal Akses Kerja

DISABILITAS - Komunitas BRAVE Hub mengikuti gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2019.

Hari Disabilitas Internasional diperingati saban tahun pada setiap 3 Desember. Kali ini, peringatan mengusung tema 'Masa Depan yang Dapat Diakses'.

Menyongsong masa depan yang dapat diakses berarti semua orang dapat meraih masa depan tanpa ada hambatan yang menghalangi. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, setidaknya 10 persen populasi dunia atau 650 juta orang hidup dengan disabilitas.

"Masa depan yang dapat diakses berarti kita bersama-sama melihat masa depan tanpa ada yang menghalangi. Kami berharap orang dapat mengakses bangunan tanpa menggunakan tangga, dapat mengakses tanjakan ke pantai, atau bisa mendapatkan pekerjaan tanpa takut diskriminasi, dan dapat mengakses sekolah," pernyataan resmi dari situs resmi Hari Disabilitas Internasional atau International Day of People with Disabilities (IDPWD).

IDPWD menyebut, mendapatkan masa depan yang bisa diakses merupakan tanggung jawab semua orang, baik penyandang disabilitas maupun non-disabilitas. IDPWD meminta agar orang-orang tidak mendiskriminasi orang lain yang memiliki gangguan kesehatan.

"Semua orang memiliki gangguan kesehatan yang berbeda. Perbedaannya adalah bahwa sebagian besar gangguan kesehatan Anda tidak menghentikan Anda dari berfungsi dan berpartisipasi dalam komunitas Anda," tulis IDPWD.

Selain itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mengusung tema "Mempromosikan partisipasi penyandang disabilitas dan kepemimpinan mereka: mengambil tindakan untuk Agenda Pembangunan 2030".

Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap 3 Desember sejak 1992 setelah ditetapkan oleh PBB. Hari Disabilitas Internasional dirayakan untuk mempromosikan pemahaman mengenai kecacatan dan memberikan dukungan, hak-hak, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan akses lapangan kerja bagi para penyandang disabilitas. 

Ma'ruf berharap dengan peningkatan akses lapangan kerja, para penyandang disabilitas dapat meningkatkan kesejahteraan hidup dengan keterbatasannya. 

“Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan akses ke layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas; sebagai upaya untuk memastikan terpenuhinya hak dasar dan meningkatkan martabat dan kemandirian penyandang disabilitas,” kata Ma'ruf. 

Menurut Ma'ruf, dengan memiliki lapangan kerja dan berpenghasilan, para penyandang disabilitas diharapkan dapat mandiri dan tingkat kesejahteraan hidup mereka meningkat. Wapres Ma’ruf berkata, masyarakat dengan disabilitas lebih rentan hidup di bawah garis kemiskinan, karena keterbatasan akses dan tingginya beban pengeluaran. 

Ma'ruf mengatakan, data menunjukkan penyandang disabilitas memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk tidak bersekolah dan memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk berpartisipasi dalam pasar kerja. 

Selain itu, kata dia, mereka juga memiliki tingkat pengeluaran 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga lainnya. 

Pemerintah sebenarnya telah menganggarkan santunan untuk warga penyandang disabilitas. Namun, Wapres Ma'ruf mengakui nilai tersebut masih sangat terbatas. 

Oleh karena itu, kata Ma'ruf, dukungan pemerintah agar para difabel dapat mengakses lapangan pekerjaan untuk mandiri akan terus diberikan. Wapres Ma’ruf juga mengapresiasi kepada pihak pengusaha swasta yang memberikan kesempatan bagi para difabel untuk bekerja. Perlakuan khusus yang diberikan para pengusaha tersebut antara lain pengendalian stres di tempat kerja serta penerapan target produksi sesuai kemampuan. 

“Saya mendapatkan informasi adanya berbagai kiat dan perlakuan khusus yang diberikan oleh dunia usaha dalam memberdayakan pekerja penyandang disabilitas. Terima kasih kepada dunia usaha,” kata dia. (cnn/tro/bob)