Jumat, 13 Desember 2019


Orangutan Berkeliaran di Ladang Warga Laman Mumbung, Melawi

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1256
Orangutan Berkeliaran di Ladang Warga Laman Mumbung, Melawi

ILUSTRASI (orangutan.com)

Nanga Pinoh, SP – Seekor orangutan berkeliaran di ladang milik seorang warga dusun Sungai Dungan, Desa Laman Mumbung, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi. Kejadian ini pertama kali diketahui setelah perangkat desa setempat, Iting memposting foto orangutan tersebut di laman Facebooknya, Senin (26/7).

Orangutan ini bersarang di salah satu pondok yang berada di ladang warga, dan mengobrak abrik isi pondok. Iting mengungkapkan, orangutan ini pertama kali muncul di pondok warga, pada Senin (26/7).

Pondok itu berada tak jauh dari pemukiman. Ia memperkirakan orangutan itu akan bergerak ke kampung. “Di lehernya ini ada kalung, sehingga kami tahu, kalau orangutan ini memang dilepas. Kemungkinan oleh pihak Taman Nasional dan YIARI.

Yang jadi masalah, ini memunculkan kekhawatiran warga, takut kalau orangutan ini mati di daerah kami, tentu kami yang akan kena masalah,” katanya.

Wilayah Laman Mumbung berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR). Banyak warga yang menduga, orangutan ini merupakan hewan yang dilepasliarkan oleh Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bersama pihak TNBBBR beberapa bulan lalu.

“Kami minta agar segera mungkin menangkap dan memindahkan orangutan ini, karena warga banyak yang takut karena tak pernah melihat orangutan sebesar itu di ladang. Masih untung cuma memakan barang yang ada di pondok. Bagaimana kalau nanti juga mengejar warga, bisa panjang ceritanya,” paparnya.

Iting juga mengungkapkan, sejauh ini baru satu orangutan yang terlihat telah masuk ke Desa Laman Mumbung. Iting mengeluhkan, desa mereka tak dilibatkan dan diundang secara resmi saat pelepasliaran orangutan ke TNBBBR.

Saat dikonfirmasi ke TNBBBR, Andi, Polisi Hutan yang juga menjabat petugas perlindungan TNBBBR belum bisa memastikan bahwa, orangutan yang berkeliaran di ladang warga merupakan orangutan yang dilepasliarkan "Kita akan tindak lanjuti dahulu, apakah benar orangutan tersebut yang kita lepasliarkan," ujar Andi.

Pihaknya bersama instansi terkait, sebelumnya telah melepaskanliarkan orangutan di suatu desa di Kecamatan Menukung. Namun agak mengherankan, karena jarak titik pelepasanliaran yang berada di Dusun Joi, Desa Mawang Mentatai, khususnya dalam area Taman Nasional dengan Desa Laman Mumbung cukup jauh. 

"Secara logika, apakah bisa sampai ke sana. Namun yang jelas akan kita laporkan ke pimpinan, dan tetap akan kita koordinasikan dengan pihak terkait termasuk YIARI," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua YIARI, Tantyo Bangun yang dihubungi melalui seluler, mengungkapkan, pihaknya belum mendapatkan informasi soal adanya orangutan yang masuk ke pemukiman atau ladang masyarakat.

YIARI menjadi lembaga yang bertanggungjawab dalam proses pelepasliaran orangutan sendiri menyatakan bahwa, belum bisa dipastikan bahwa orangutan yang berada di pondok warga Laman Mumbung, merupakan hewan yang mereka lepaskan ke TNBBBR beberapa waktu lalu.

“Kami hanya menerima informasi bahwa orangutan yang kami lepasliarkan itu turun ke camp yang sudah kami buat. Kalau untuk informasi ini, kami perlu mengecek langsung ke lapangan. Kebetulan kami sudah menurunkan tim ke Taman Nasional,” katanya.

Tantyo mengungkapkan, ada kemungkinan orangutan yang dilihat oleh masyarakat Laman Mumbung bukan orangutan yang dilepasliarkan oleh YIARI. Hal ini karena semua orangutan yang dilepasliarkan, selalu diawasi pergerakannya oleh dua orang petugas khusus, sejak ia bangun tidur hingga membangun sarang di hutan.

Pergerakannya juga terus dipantau oleh petugas yang bekerja secara bergiliran. “Pergerakan mereka akan selalu diketahui, karena kami telah menanam chip di dalam tubuh mereka. Sementara informasinya orangutan yang bersarang di pondok itu terdapat kalung. Itu bisa jadi orangutan liar atau peliharaan masyarakat, karena kami tak pernah memasang kalung pada orangutan yang kami lepasliarkan,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya akan tetap menurunkan tim yang didalamnya terdapat dokter hewan untuk mengecek, sekaligus mengevakuasi orangutan ini. Bila nantinya hewan tersebut bukanlah orangutan yang dilepasliarkan YIARI, akan dilakukan rehabilitasi terlebih dahulu. (eko/lis/sut)