Selasa, 12 November 2019


Santri Diharap Isi Pembangunan Negeri

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 101
Santri Diharap Isi Pembangunan Negeri

PENCAK SILAT – Penampilan pencak silat pada peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019, di Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) Putussibau, Selasa (22/10). IST

PUTUSSIBAU,SP - Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Jumran, menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019 berlangsung di Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) Putussibau, Selasa (22/10). 

Jumran yang mewakili Bupati Kapuas Hulu menyampaikan, penetapan Hari Santri Nasional oleh Pemerintah sejak 2015 melalui Presiden Joko Widodo, merupakan pengakuan negara dalam rangka membela dan mempertahankan NKRI.

"Jihad kita saat ini menjaga umat, menjauhkan diri dari narkoba. Untuk itu, para santri ini dididik oleh ulama, agar mereka menjadi orang yang paham benar terkait agama,” ujarnya. 

Selain itu, kata dia, para santri juga diharapkan mampu menjadi pejuang yang membela agama, membela daerah, dan negara.

"Mereka juga memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, sebagaimana tekad para santri yang melaksanakan jihad dalam mempertahankan NKRI,” katanya.

Menurutnya, Kapuas Hulu telah memiliki empat pondok pesantren. Untuk itu, diharapkan peran aktif para santri dalam mengisi pembangunan, melahirkan inovasi baru, menggali potensi guna membangun kehidupan berdasarkan nilai keagamaan.

“Pondok pesantren yang ada, tidak sekadar mengejar kuantitas. Namun yang terpenting adalah kualitas, untuk menjadikan ponpes tersebut menjadi lebih baik," ungkapnya.

Pondok pesantren sekarang tidak hanya menjadi alternatif bagi para orang tua untuk memberikan anaknya dididik, tapi harus menjadi pilihan. Demikian juga para pendidik, diharapkan mampu menghasilkan lulusan berkualitas 

"Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah memberikan perhatian khusus untuk pembangunan pondok pesantren yang ada di wilayah tersebut," tuturnya. 

Pemda Kapuas Hulu telah memberikan kepada Pondok Pesantren yang ada, dengan sejumlah bantuan bersifat fisik, atau material, ini dalam rangka memotivasi.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas Hulu, Syahrul berharap, melalui upacara ini dapat meningkatkan peran para santri dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu.

”Kami sangat mengapresiasi, dengan tema yang diangkat pada momen peringatan Hari Santri Nasional 2019, yakni Santri Unggul, Indonesia Makmur,” ucapnya.

Zainudin, ketua PC NU Kapuas Hulu pun berharap, melalui kegiatan ini dapat membangun mental, supaya para santri lebih cinta dengan NKRI, serta memiliki jiwa kebangsaan yang lebih matang.

“Saat ini, pesantren terus menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada. Bahkan sekarang, pesantren menjadi tujuan untuk menitipkan anak. Banyak pesantren sudah maju dan diminati,” tuturnya. (sap/lha)

Ikuti Pawai Akbar

Memperingati Hari Santri Nasional, sejumlah santri dari berbagai pondok pesantren mengikuti Pawai Akbar di Jalan Kota Nanga Pinoh, Selasa (22/10). Sembari membawa poster, para santri berjalan dari Masjid Nurul Iman hingga ke rumah dinas Wakil Bupati Melawi.

Santri yang mayoritas berasal dari Pondok Pesantren Bustanul Quran ini, terlihat bersemangat mengikuti pawai Hari Santri. Sejumlah pesan-pesan khusus turut disampaikan melalui poster - poster yang dibentangkan oleh para santri.

Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Quran, Joko Supeno mengatakan, pesantrennya rutin menggelar peringatan Hari Santri sejak dimulai pada 2015 lalu. Apalagi khusus 2019 ini, tema peringatan Hari Santri Nasional, yakni Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia.

"Sejatinya, pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium, pesantren menyemai ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin," katanya.

Joko yang juga menjabat Ketua MUI Melawi ini berharap, pemerintah lebih  memperhatikan pendidikan di pesantren, terutama dari sarana dan prasarana. Sehingga, bisa mencetak SDM unggul pemimpin bangsa dan negeri ini.

"Semoga Melawi maju, jaya, dan religius. Menjadi daerah Baldatun Thayibatun Warrabun Ghafur," harapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya berharap, pada santri bisa membawa perdamaian ke seluruh pelosok Indonesia, sepeti yang didorong dari tema peringatan Hari Santri tahun ini. 

Santri menurutnya, sudah banyak ikut terlibat dari masa perjuangan melawan penjajah di era kemerdekaan Indonesia.

"Kita berharap, semangat kebangsaan, cinta tanah air, rela berkorban untuk bangsa dan negara dalam menjaga kedaulatan NKRI tetap ada di dada para santri kita," katanya. (eko/lha)