Rabu, 23 Oktober 2019


Delapan Orang Tenggelam Dihantam Ombak 3 Meter

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 1119
Delapan Orang Tenggelam Dihantam Ombak 3 Meter

Ilustrasi

KETAPANG, SP – Delapan orang tenggelam di kawasan muara, perairan Ketapang, akibat kapal yang mereka gunakan disapu ombak setinggi sekitar tiga meter.

Kepala Pos SAR Ketapang, Kamel mengatakan ada dua kapal yang tenggelam di lokasi kejadian, Minggu (11/12) kemarin. Satu kapal pukat nelayan yang digunakan tiga bersaudara, Idit (34), Yandi (30), Dede (21). Serta kapal lainnya digunakan lima pemancing, Jamil (40), Budi (24), De'en (34), Jalil (31), dan Ade (19).

"Jadi ada dua kapal yang tenggelam, satu kapal nelayan pukat berisi tiga nelayan. Satunya lagi kapal pemancing berisi lima orang,” ujar Kamel, Senin (12/12).

Kejadian adanya orang tenggelam, pertama kali dilaporkan oleh Kapten Kapal Cahaya Muda, Agus, yang melihat ada tiga orang terapung, sekitar pukul 14.30 WIB. "Kapten Agus memberitahukan ada orang terapung di sekitar muara. Mereka para pemancing yang berasal dari Kampung Sampit," ujar Kamel.

Upaya penyelamatan dilakukan SAR Ketapang bekerjasama dengan Angkatan Laut, Polair, menuju lokasi. Hanya saja, kata Kamel, saat tim SAR berada di lokasi yang  dilaporkan Kapten Kapal Cahaya Muda, tidak ditemukan ketiga korban.

Penyisiran dilakukan tim SAR gabungan hingga radius 5 mil arah selatan. Saat upaya pencarian dilakukan, tim SAR kembali menerima informasi dari kerabat nelayan, menyatakan kapal pukat nelayan yang digunakan Idit, Yandi, dan Dede melaut sejak Minggu subuh, dihantam ombak.

Menurut Kamel, kelima pemancing ditolong oleh neyalan di perairan Tanjung Belandang, pada Minggu malam.  “Dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi ke shelter Basarnas," ujar Kamel.

Sedangkan nasib ketiga nelayan bersaudara, baru diketahui Senin dinihari. “Saat  dievakuasi ketiganya dalam kondisi selamat, namun mereka kedinginan lantaran terlalu lama berendam," ujar Kamel.

Seorang kerabat ketiga nelayan asal Desa Sei Awan, Sunardi mengaku kesal dengan Pos SAR Ketapang yang lambat melakukan pencarian dan evakuasi. "Saat itu saya juga menyisir tepi sungai Pawan juga sampai ke muara. Saya melihat kapal Basarnas hanya bersandar," katanya.

Sunardi lantas menemui personel SAR dan meminta bantuan penyelamatan kepada ketiga saudaranya.  Saat itu, kata Sunardi, personel SAR menyatakan tidak bisa beroperasi karena terkendala cuaca. "Itu kata komandan tim SAR. Padahal saat itu cuaca sudah membaik,"  ujar Sunardi.

Sekitar pukul 23.00 WIB, didapat informasi tiga orang diselamatkan nelayan di perairan Tanjung Belandang. "Itu bukan keluarga saya melainkan pemancing asal Kampung Sampit,” ungkap dia.

Belum diketahuinya nasib tiga saudaranya, Sunardi kembali mendesak tim SAR melakukan pencarian dan penyisiran. Namun, aku Sunardi, saja respon tim SAR lambat.

Sementara para nelayan terus melakukan pencarian. Bahkan, kata dia, ketiga saudaranya diselamatkan para nelayan. "Masak nelayan kecil saja bisa. Tim SAR yang peralatannya lengkap tidak bisa. Alasannya cuaca, padahal saat itu cuaca sudah bagus, harusnya tidak ada alasan lagi karena ini menyangkut nyawa orang," pungkas Sunardi. (teo)

Baca Juga:
Kapal Bermuatan Pupuk Tenggelam di Perairan Kendawangan
Paripurna Pergantian Ketua DPRD Budi Mateus Gagal Dilakukan 
Dijadikan Tersangka Korupsi, Kepsek SLBN, Sarkani “Mungkin Ini Dosa Saya”