Selasa, 19 November 2019


PLN Terangi Desa di Ketapang

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 112
PLN Terangi Desa di Ketapang

Peresmian – Bupati Ketapang, Martin Rantan bersama General Manager PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi dan rombongan di Desa Nanga Kelampai, Kecamatan Tumbang Titi, meresmikan listrik desa. Ist

KETAPANG, SP – Bupati Ketapang, Martin Rantan meresmikan listrik desa di Desa Kelampai, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Selasa, (30/4). Martin berterima kasih kepada PLN Kalbar yang telah menghadirkan listrik yang sangat diimpikan oleh masyarakat desa.

"Hadirnya listrik PLN di Desa Nanga Kelampai, Kecamatan Tumbang Titi akan meningkatkan keandalan pasokan listrik di Ketapang," yakin Martin.

Martin juga berharap PLN mampu memberikan pelayanan prima kepada 200 pelanggan di Desa Nanga Kelampai dan dalam pelaksanaan nanti tidak ada kendala.

Listrik di Desa Kelampai akan dipasok dengan volume SMUT 8,135 Kms, SUTR volume 3,256 Kms dan Gardu 160 KVA. Dengan begitu, ia berharap 200 pelanggan di Desa Nanga Kelampai dapat dilayani dengan baik. 

Bupati Ketapang berharap pelayanan kelistrikan kepada masyarakat berjalan prima agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan roda ekonomi masyarakat.

Keberadaan listrik tentunya tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu faktor penentu dan pendukung untuk peningkatan kulitas sumber daya manusia. Begitu juga untuk peningkatan pendapatan masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor usaha kecil.

“Saya juga minta masyarakat mendukung program pemerintah, salah satunya taat membayar tagihan listrik dan membantu memelihara jaringan listrik,” pintanya.

General Manager PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi mengatakan, peresmian listrik desa merupakan bentuk komitmen PLN untuk terus meningkatkan rasio desa berlistrik yang ada di Kalbar.

"Listrik itu sangat penting. Hadirnya listrik di Desa Nanga Kelampai, Desa Menyumbung dan beberapa desa lainnya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

“Mari kita jaga aset infrastruktur kelistrikan yang sudah dibangun agar pasokan listriknya aman, terutama dari gangguan tanam tumbuh yang berada disekitar jaringan listrik," lanjut Agung.

Diakuinya bahwa untuk melistriki 6 desa tersebut, pihaknya telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 36,31 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 21,02 kms, dan 11 unit gardu distribusi berkapasitas 550 kVA, dengan total sambungan rumah yang akan dilistriki sebanyak 1.292 rumah. (teo/pk/jee)