Selasa, 15 Oktober 2019


Penerbangan Ketapang-Pontianak Lumpuh

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 236
Penerbangan Ketapang-Pontianak Lumpuh

BATAL BERANGKAT – Sejumlah calon penumpang tujuan Pontianak di Bandara Rahardi Oesman Ketapang menumpuk akibat batal berangkat. Pihak maskapai belum dapat memastikan jadwal pemberangkatan mereka ke Pontianak akibat kabut asap di Bandara Supadio Pontianak.

KETAPANG, SP – Seluruh jadwal penerbangan rute Ketapang-Pontianak dan sebaliknya di Bandara Rahardi Oesman Ketapang dibatalkan. Keputusan tersebut diambil oleh otoritas bandara karena pekatnya kabut asap di Pontianak.

“Seluruh penerbangan rute Ketapang ke Pontianak dan sebaliknya dibatalkan. Namun rute Ketapang-Semarang dan sebaliknya tetap bisa berangkat," kata Pelaksana tugas Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Donny ditemui di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Minggu (15/9).

Menurut Donny, standar jarak pandang di Bandara Internasional Supadio menjadi penyebab penerbangan terpaksa dibatalkan.

Dijelaskannya, pada pukul 14.30 WIB, jarak pandang di Bandara Rahardi Oesman mencapai 3.500 meter. Itu artinya masih aman untuk melakukan penerbangan.

“Tetapi jarak pandang di Bandara Supadio Pontianak di bawah standar keamanan penerbangan, yaitu 500 meter sedangkan standar minimal 800 meter," kata Donny.

Akibat pembatalan penerbangan, Bandara Rahardi Oesman dipenuhi oleh calon penumpang tujuan Pontianak. Sebagian dari mereka akhirnya memilih melakukan pembatalan atau refund tiket penerbangannya.

Sementara salah seorang penumpang maskapai Wings Air tujuan Pontianak, Ratih (39) mengatakan ia terpaksa membatalkan tiketnya karena pihak maskapai belum dapat memastikan kapan jadwal pemberangkatan berikutnya ke Pontianak. 

"Saya awalnya minta reschedule tapi Wings Air tidak mau karena mereka belum tahu besok bisa berangkat atau tidak. Akhirnya tiket saya batalkan,” katanya.

Ratih akhirnya memilih menggunakan jalur darat untuk ke Pontianak.”Saya pesan taksi ke Teluk Batang dari Teluk Batang pakai speed ke Pontianak," pungkasnya.

Penumpang lainnya, Rudi berharap kabut asap di Kalbar, khususnya di Ketapang bisa segera diatasi. Rudi yang berprofesi sebagai wiraswata ini khawatir, jika berkepanjangan, kabut asap akan berimbas terhadap perekonomian pengusaha di Ketapang.

“Dalam menjalankan aktivitas usaha, para pengusaha tentunya ingin kondisi masyarakat tenang, tidak ada kecemasan, termasuk kekhawatiran adanya kabut asap. Jika kabut asap terus terjadi, saya khawatir akan berdampak terhadap investasi di Ketapang,” kata Rudi. 

Akibat kabut asap dan kemarau panjang di Ketapang, warga Ketapang menggelar Salat Istisqa atau salat untuk meminta hujan, di halaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Minggu (15/9).

Shalat dihadiri ribuan warga Ketapang. Sebagai imam shalat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ketapang, Faisal Maksum. (teo/jee)