Kamis, 21 November 2019


Mayat Tak Berkepala Ditemukan di Pantai Penambun, Yury: Korban Merupakan Warga Kalteng

Editor:

M. Eliazer

    |     Pembaca: 147
Mayat Tak Berkepala Ditemukan di Pantai Penambun, Yury: Korban Merupakan Warga Kalteng

Anggota polisi ketika akan mengevakuasi mayat tanpa kepala dan tangan yang tertimbun pasir di Pantai Pulau Penambun, Dusun Pulau Bawal, Desa Kendawangan Kiri. Penemuan mayat ini sontak menghebohkan warga yang tinggal di sekitar lokasi pantai. ist

KETAPANG, SP – Sesosok mayat tanpa kepala ditemukan warga di Pantai Pulau Penambun, Dusun Pulau Bawal, Desa Kendawangan Kiri. Penemuan mayat awalnya ditemukan oleh penjaga penangkaran penyu di Pulau Penambun, Jumat (25/10). 

Saat ditemukan, posisi kondisi mayat badannya juga tertimbun pasir pantai. Selain itu, tangan kanan dan kiri korban juga tidak lagi ada.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat mengatakan penemuan mayat pertama kali warga bernama Kumi yang juga penjaga penangkaran penyu di pulau tersebut.

"Sekitar pukul 13.00 WIB, Kumi melihat ada sebentuk bangkai besar tertimbun pasir saat hendak buang air di tepi pantai," kata Yury, Minggu (27/10).

Melihat hal tersebut, Kumi kemudian mendekat untuk melihat lebih jelas. Kumi pun terkejut ketika mengetahui bahwa bangkai yang ia temukan ternyata jasad manusia dan anggota tubuhnya sudah tidak lagi lengkap.

"Jasad tanpa kepala, tangan kanan dan kiri dan saat ditemukan menggunakan celana bewarna biru muda dengan posisi terlentang di atas pasir," jelasnya.

Polisi telah berhasil mengidentifikasi korban yang ternyata bernama Subanrio alias Iban, warga Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah.

"Anggota saat ini dalam perjalanan menuju kediaman korban untuk mengantarkan jenazah," pungkas Yury.

Kirim Link Berita Online

Kapolsek Kendawangan, AKP Frits Orlando Siagian saat dikonfirmasi menuturkan belum ada hasil dari pengambangan kasus penemuan mayat tanpa kepala dan tangan di Pantai Pulau Penambun, Dusun Pulau Bawal, Desa Kendawangan Kiri.

"Untuk perkembangannya belum ada," jawabnya singkat.

Suara Pemred sempat menanyakan kemungkinan yang menyebabkan tewasnya korban dengan kondisi jasad yang memperihatinkan tersebut. Namun Frits malah mengirim link berita media online terkait berita penemuan mayat tersebut. (teo)


  •