Kamis, 21 November 2019


Infrastruktur Jalan Buruk dan Tak Dialiri Listrik PLN

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 60
Infrastruktur Jalan Buruk dan Tak Dialiri Listrik PLN

Jalan berlumpur – Pelajar SDN 12 Alur Bandung di Dusun Nelayan, Kecamatan Teluk Batang berjalan menyusuri jalan becek untuk menuju sekolah mereka. Di sekolah tersebut saat ini juga belum dialiri listrik PLN.

Buruknya akses menuju Sekolah Dasar Negeri 12 Alur Bandung di Dusun Nelayan, Kecamatan Teluk Batang menjadi kendala para siswa dan pelajar untuk menuju sekolah.

Pada musim penghujan saat ini, jalan menuju sekolah berlumpur dan berlubang karena akses jalan yang belum diaspal dan membuat siswa dan guru harus berjuang untuk sampai ke sekolah mereka.

Tidak jarang pakaian para pelajar sudah kotor duluan sebelum jam belajar dimulai. Cerita pahit pun juga dialami  tenaga pengajar di sana yang sering  terjatuh, karena jalan dari tanah kuning tersebut licin akibat diguyur hujan.

"Ke sekolah sulit untuk tepat waktu dan biasanya guru tidak bisa ke sekolah karena jatuh di jalan. Menjadi sekolah yang baik tentu harus didukung sarana prasarana yang memadai, tanpa itu tentu sangat sulit mewujudkannya," kata Kepala Sekolah SDN 12 Alur Bandung, Mahmud, kemarin.

Selain jalan menuju sekolah yang rusak, bangunan SD yang dibangun sejak 1995 tersebut hingga saat ini juga belum dialiri listrik PLN untuk keperluan belajar mengajar di sekolah.

"Kami juga berharap sekolah kami dialiri listrik PLN untuk keperluan belajar mengajar. Guru juga sekarang dituntut bisa mengoperasikan komputer," imbuhnya.

Kekurangan tenaga guru ungkap Mahmud, juga menjadi hambatan pihak sekolah untuk memberikan pendidikan ke siswanya. "Kami juga kekurangan guru olahraga  karena kemarin ada mutasi guru dan sampai sekarang belum ada penggantinya," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Muhammad Irfan mengakui untuk merealisasikan listrik saat ini di tingkat teknis memiliki keterbatasan.

“Di tingkat pendidikan, kami berupaya maksimal untuk melayani pendidikan yang optimal, terutama di SD Negeri 12 Alur Bandung agar dapat sederajat dengan sekolah sekolah yang lainya," jelasnya.

Dinas Pendidikan, katanya menargetkan menyetarakan mutu pendidikan di Kayong Utara, namun keterbatasan sarana listrik hanya diharapkan dari pihak terkait melalui pemerintah daerah.

Irfan juga belum dapat memastikan pasokan listrik dapat mengaliri SDN 12 Alur Bandung. “Kami belum bisa memberikan kepastiannya, namun upaya permohonan tetap selalu kami sampaikan. Kami berharap semoga tahun depan bisa direalisasikan,” tutupnya. (syarif muhammad/jee)?