Jumat, 22 November 2019


Mahasiswa Ners Untan Beri Terapi Lansia Panti Jompo

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 200
Mahasiswa Ners Untan Beri Terapi Lansia Panti Jompo

Salah seorang lansia di Panti Jompo Kasih Bapa mewarnai sebagai bentuk terapi stimulasi sensori.

KUBU RAYA, SP – Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak memberikan terapi stimulasi sensori pada lansia di Panti Jompo Graha Kasih Bapa di Kubu Raya, Kamis (13/6).  

Sebanyak 26 lansia diajak mewarnai, dan bercerita soal apa yang mereka gambar.  

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu geriatrik yang didapat di bangku kuliah dalam bentuk Terapi Aktivitas Kelompok (TAK).  

Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mengalami masalah keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi dan kelompok digunakan sebagai target asuhan.  

“Stimulasi sensori digunakan untuk memberikan stimulasi pada sensori lansia, kemudian diobservasi reaksi sensori lansia berupa ekspresi emosi atau perasaan melalui gerakan tubuh, ekspresi muka, ucapan,” kata panitia, Baiturrahman.
 

Terapi ini sengaja dipilih untuk menstimulasi sensori penderita yang mengalami kemunduran fungsi sensoris. Para lansia mengikuti semua tahapan hingga selesai. Mereka mampu menggambar, menyebutkan nama gambar, dan menceritakan makna gambar.
 

“Anjurkan lansia untuk mengungkapkan perasaan melalui gambar. Ada 26 lansia yang ikut partipasi pada terapi ini,” ujar pemuda 23 tahun itu.
 

Selain terapi, turut dilakukan pemeriksaan kesehatan pada lansia di panti jompo tersebut. Pemeriksaan yang dilakukan berupa tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol.
 

Pengelola Panti Jompo Kasih Bapa, Christin senang bisa berkolaborasi dengan mahasiswa profesi Ners Untan.  

“Saya berharap ke depannya terapi ini bisa diterapkan dan menjadi agenda rutin di panti, guna stimulasi sensori  lansia,” harapnya.
 

Pihak panti sendiri rutin melakukan senam untuk menghindari kekakuan sendi dan kelemahan otot para lansia.   “Semakin bertambahnya usia seseorang, fungsi organ tubuh manusia juga menurun,” ujarnya. (ril/bls)