Minggu, 08 Desember 2019


Banjir Putuskan Jalan dan Jembatan di Landak

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 598
Banjir Putuskan Jalan dan Jembatan di Landak

BANJIR – Tampak banjir yang melanda Kota Ngabang, Landak, sudah mulai memasuki rumah warga, kemarin. (Dvi/SP)

NGABANG, SP - Hujan deras yang mengguyur sebagian besar kecamatan di Kabupaten Landak sore hingga malam, Selasa (3/10), membuat sejumlah kecamatan terendam banjir.

Di antara kecamatan yang terendam banjir itu seperti di Kecamatan Kuala Behe dan Kecamatan Jelimpo. Banjir ini pun sempat memutuskan transportasi jalan dan jembatan.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, Banda Kolaga mengatakan, untuk di Kecamatan Kuala Behe, banjir terjadi di Desa Angkanyar dengan dua titik.

"Kedalaman banjir sekitar 40-50 centimeter. Selain itu, pagi tadi (kemarin, red) saya mendapat informasi dari Camat Kuala Behe yang mengatakan banjir terjadi juga di Dusun Pakuraya, Desa Pakuraya. Tim kita pun mulai menuju lokasi banjir itu," ujar Banda, Rabu (4/10) di kantornya.

Dikatakannya, banjir yang merendam Desa Angkanyar terjadi sekitar pukul 17.19 WIB. Akibatnya, ruas jalan di daerah tersebut ikut terendam. "Tapi, syukurlan tidak ada rumah yang terendam. Kini banjir di Angkanyar sudah berangsur surut," katanya.

Masih di Kecamatan Kuala Behe, banjir juga terjadi di Desa Nyayum dan Desa Semuntik Kecamatan Air Besar. Akibatnya, banjir itu pun memutuskan arus transportasi yang menghubungkan dua desa tersebut.

"Kita pun baru mendapat laporan jika ruas jalan utama yang menghubungkan dua desa itu, memutuskan arus transportasi masyarakat pada hari ini (kemarin, red). Diperkirakan banjir yang menggenang ruas jalan itu terjadi pagi tadi (kemarin, red)," jelas Banda.

Banjir juga terjadi di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo. Akibat terjangan banjir, satu unit jembatan kayu di desa itu putus.

"Pagi tadi (kemarin, red) kami sudah menerima laporan jika jembatan itu putus. Otomatis transportasi masyarakat di desa itu terganggu. Kami pun akan segera meninjau banjir di desa itu. Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperlancar arus transportasi masyarakat setempat," katanya.

Diakui Banda, tim BPBD Landak juga tidak berani untuk menyeberangkan masyarakat setempat, dikarenakan arus Sungai Kersik Belantian cukup deras.
Kalau untuk menyeberangkan masyarakat menggunakan perahu karet, dikhawatirkan perahu itu akan hanyut terbawa arus. Paling tidak untuk sementara ini pemda akan bangun jembatan darurat, sehingga bisa memperlancar arus transportasi masyarakat setempat.

“Apalagi jembatan yang putus itu pun menghubungkan sejumlah dusun yang ada di Desa Kersik Belantian. Jembatan itu pun sudah tiga kali putus diterjang banjir yang terjadi akhir-akhir ini," jelasnya.

Diakui Banda, ia belum mendapat informasi adanya banjir di sejumlah kecamatan lainnya yang menjadi langganan banjir. Pihaknya belum mendapat informasi banjir di kecamatan lainnya. Tapi yang jelas menurut BMKG, beberapa hari ini curah hujan di Kalbar memang cukup tunggi.

“Oleh karena itu, kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai supaya mengantisipasi jika terjadi banjir. Masyarakat pun bisa berpartisipasi membersihkan sampah dan kayu di daerah mereka. Sebab sampah dan kayu ini akan menghambat jalannya arus air," pintanya.

Demikian juga kepada para camat dan Kepala Desa (kades), Banda meminta untuk selalu memantau daerahnya dari ancaman banjir. Apabila terjadi banjir, bisa menginformasikan kepada BPBD Landak.

“Kita pun cepat tanggap bila ada informasi banjir. Camat juga bisa menyampaikan laporan dengan menyertakan data korban banjir dan infrastruktur yang rusak serta lahan pertanian yang rusak akibat hantaman banjir. Sedapat mungkin kita bisa berkoordinasi dgn instansi terkait untuk melakukan penanganan," katanya.

Kades Kersik Belantian, Repianus ketika dihubungi membenarkan putusnya jembatan kayu di desanya tersebut.

"Jembatan ini sudah sering putus jika terjadi banjir besar. Hal ini dikarenakan meluapnya sungai Kersik Belantian yang juga merendam jembatan itu," ujarnya.

Diakuinya, akibat putusnya jembatan itu, transportasi masyarakat setempat terhambat.

"Kami pun sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membangun jembatan darurat dengan mengumpulkan kayu-kayu jembatan yang hanyut. Akhirnya tidak berapa lama kemudian, transportasi masyarakatpun lancar kembali," katanya.

Ditambahkannya, untuk saat ini keadaan di Desa Kersik Belantian sudah aman pasca banjir yang menerjang daerah itu pagi kemarin. "Tapi saat ini genangan air tetap bertahan. Kita khawatir jika hujan turun lagi, air kembali naik," ucapnya khawatir.

Anggota DPRD Landak asal Desa Kersik Belantian, Yohanes Desianto meminta Pemkab Landak segera membangun baru jembatan di Kersik Belantian itu.
"Apalagi sekarang ini jembatan kayu itu kondisi fisiknya sudah sangat memprihatinkan. Belum lagi jembatan itu sering terendam banjir. Ini tentu mengganggu transportasi masyarakat setempat," ujar Yohanes.

Diakuinya, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa bersama rombongan Pemkab Landak sudah pernah meninjau kerusakan jembatan itu. "Tapi Ibu bupati mengharapkan masyarakat bisa bersabar untuk menunggu perbaikan jembatan itu. Oleh karena itu, saya mengharapkan masyarakat bisa bersabar untuk perbaikan jembatan kita itu," pinta Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Landak ini.

Selain itu, masyarakat pun sudah mengirimkan proposal perbaikan jembatan itu ke BNPB di Jakarta.

"Kita mengharapkan jembatan itu bisa dibangun jembatan beton. Tapi lagi-lagi masyarakat saya harapkan untuk bersabar. Sebab pembangunan jembatan beton itu akan memerlukan anggaran yang besar," pungkasnya. (dvi/lis)


  •