Senin, 21 Oktober 2019


Udara Landak Tidak Sehat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 148
Udara Landak Tidak Sehat

KABUT ASAP - Sejumlah pelajar bersepeda di tengah kabut asap. Kualitas udara di Kabupaten Landak khususnya di Kota Ngabang dinyatakan masuk kategori tidak sehat sehingga sekolah diliburkan.

NGABANG, SP - Kabupaten Landak khususnya di Kota Ngabang sejak beberapa hari terakhir diselimuti kabut asap. Akibatnya, kualitas udara dinyatakan masuk kategori tidak sehat sehingga Bupati Landak mengeluarkan instruksi agar sekolah diliburkan mulai dari tingkat PAUD sampai SMP. 

Libur itu dimulai Rabu kemarin hingga Sabtu (14/9) mendatang. Selain itu, pemberlakuan libur ditetapkan sampai kondisi udara di Kabupaten Landak kembali normal.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKP-LH) Landak, Banda Kolaga mengatakan, hingga saat ini Landak belum mempunyai alat pengukur kualitas udara. Alat itu hanya ada di Provinsi Kalbar saja.

"Untuk pengukuran kualitas udara di Landak, kita berpegangan dengan laporan kualitas udara dari Provinsi secara umum. Untuk alat pengukur kualitas udara, memang semua kabupaten di Kalbar belum memiliki alat itu," ujar Banda, Rabu (11/9).
Namun Banda tetap berusaha untuk mengadakan alat pengukur kualitas udara tersebut.

"Tapi kita akan melihat dulu ketersediaan anggaran yang ada. Namun kita tetap mencoba untuk mengusulkan pembelian alat tersebut. Yang penting alat itu bisa cepat guna. Kitapun bisa memantau terus setiap hari kualitas udara di Landak melalui alat tersebut dan diumumkan kepada masyarakat, sehingga masyarakat akan mengetahuinya, " kata mantan Kepala Pelaksana BPBD Landak ini.

Banda juga menilai, untuk saat ini kualitas udara di Landak khususnya di Kota Ngabang memang sudah tidak sehat lagi.

"Penilaian itu berdasarkan data dari Klimatologi Mempawah. Memang penilaian dari Klimatologi menyebutkan kualitas udara di Landak dalam kondisi sedang. Tapi kitakan melihat kondisi ril di lapangan, kualitas udara di Landak, khususnya di Kota Ngabang sudah tidak sehat lagi bagi manusia, " terangnya.

Dia sendiri juga sudah meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak supaya bisa meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Landak agar bisa membuat Surat Edaran libur bagi pelajar.

"Tapi syukur Disdikbud Landak cepat tanggap dengan mengeluarkan Surat Edaran libur sekolah yang ditandatangani Ibu Bupati Landak," katanya.

Dia juga sudah merasakan kualitas udara di Landak sudah tidak sehat lagi. Sebab, kabut asap yang sedang melanda Landak itu memang sudah menyesakan.

"Saya juga mengimbau kepada masyarakat khususnya para orang tua untuk meminta anaknya supaya mengurangi aktivitas di luar rumah pada musim kabut asap ini. Kita khawatirkan anak-anak ini akan terserang penyakit ISPA yang sangat rentan menyerang anak-anak, " imbaunya.

Selain di landa kabut asap yang semakin menebal, masyarakat Landak khususnya di Kota Ngabang juga dilanda musim kemarau berkepanjangan. Masyarakat juga mulai kesulitan mencari air untuk keperluan sehari-hari.

"Kita juga menyadari masyarakat di Kota Ngabang mulai kesulitan mencari air bersih untuk keperluan sehari-hari. Akhirnya kita di PDAM Landak terpaksa harus mengalirkan air leding secara bergiliran kepada para pelanggan, " jelas Direktur PDAM Landak, Gusti Muhardi.

Diakuinya, PDAM Landak sendiri melakukan penyuplaian air secara bergiliran selama dua hari sekali. Hal itu dikarenakan sumber air baku di air terjun Setegung dan sungai Ngabang sudah menipis.

"Saya atas nama PDAM Landak memohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Tapi kami terus berupaya untuk memperbaiki pelayanan terutama penyuplaian air kepada para pelanggan. Kita juga berharap, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan turun hujan," harapnya. (dvi)

Masyarakat Mengeluh

Salah satu masyarakat Kota Ngabang, Yuyun mulai mengeluhkan adanya kabut asap yang menyelimuti Kota Ngabang. Dia pun merasakan kabut asap yang menyelimuti Kota Ngabang itu sudah sangat menyesakan pernafasan.

"Saya takut akan terserang ISPA. Memang sih yang rentan terserang ISPA yakni anak-anak. Tapi tidak menutup kemungkinan juga akan menyerang orang dewasa, " ujarnya.

Dia pun merespon positif langkah yang sudah diambil Bupati Landak dengan meliburkan anak sekolah selama beberapa hari ke depan karena ada kabut asap.

"Saya sendiri sudah membaca Surat Edaran Bupati Landak mengenai libur sekolah bagi anak sekolah. Saya juga berharap, apabila kabut asap semakin pekat, sebaiknya libur sekolah dilanjutkan lagi sampai kondisi udara di Landak benar-benar sehat kembali, " katanya.

Ibu rumah tangga inipun mengeluhkan musim kemarau yang sudah melanda Landak.

"Saya sendiri di rumah sudah mulai kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Apalagi di rumah saya banyak sekali memakai air. Selain itu air leding juga tidak ngalir lagi, " keluh Yuyun.

Dia berharap, bencana kabut asap dan kemarau panjang yang melanda Landak bisa cepat berlalu.

"Yang penting kami tetap mengharapkan hujan akan segera turun, sehingga kabut asap akan hilang walaupun secara perlahan. Demikian juga dengan air, mudah-mudahan kami tidak kesulitan air lagi, " harapnya. (dvi)