Senin, 18 November 2019


Polres Landak Amankan 16 Tersangka dalam Dua Operasi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 127
Polres Landak Amankan 16 Tersangka dalam Dua Operasi

PRESS RELEASE - Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan mengecek tahanan Polres Landak saat memberikan press release. Ada 16 jenis kasus yang dilakukan tersangka dan ditangani Polres Landak.

NGABANG, SP - Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan memimpin kegiatan pres release pengungkapan kasus kriminal bulan Agustus hingga Oktober 2019. Kasus tersebut hasil Operasi Panah Kapuas 2019 dan Operasi Jaran 2019 di ruang BKPM Polres Landak, Rabu (16/10).

Ada tujuh jenis kriminal yang dilakukan para tersangka. Jenis kriminal itu seperti curat sebanyak 16 kasus, curas tiga kasus, curanmor enam kasus, penganiayaan satu kasus, pencabulan satu kasus, kebakaran lahan satu kasus dan penggelapan satu kasus.

Dikatakan kapolres, Ops Panah 2019 dimulai 7 - 23 September atau 17 hari. Target awal dari Polda Kalbar, Polres Landak ditargetkan sebesar tujuh perkara diwajibkan kasus Curat, Cubis dan Curas (3C).

"Tapi dalam operasi itu kita berhasil ungkap 20 perkara. Rinciannya, Curat 16 kasus, Curas tiga kasus dan satu kasus Cubis. Dari 20 perkara kasus itu, sebanyak 12 tersangka diamankan. Delapan orang tersangka merupakan residivis pencurian. Kita juga mengamankan barang bukti hasil curian. Para tersangka diancam Pasal 362 dan 363 KUHP dengan ancaman enam sampai tujuh tahun penjara, " jelasnya.

Selain itu untuk Operasi Jarah 2019 dimulai 14 hari dari 1-14 Oktober. Operasi itu dengan sasaran Curanmor dan target enam kasus.

"Tapi pada operasi itu, kita berhasil mengungkap tujuh perkara Curanmor. Tersangka ada empat orang yang diamankan. Dari empat orang itu, tiga orang tersangka diantaranya merupakan residivis. Sedangkan barang bukti yang kita amankan sebanyak 12 sepeda motor. Para tersangka diancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Ada beberapa kasus Curanmor yang sedang dikembangkan kita, " terang Ade.

Selanjutnya tambah kapolres, untuk penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), ada tiga perkara tindak pidana Karhutla.

"Semua perkara tindak pidana Karhutla itu merupakan perkara perorangan. Satu kasus itu sudah P21 di Kejari Landak. Sedangkan, dua kasus lainnya akan dilimpahkan ke Kejari Landak, " katanya.

Untuk kasus narkoba yang ditangani Satnarkoba Polres Landak, Ade mengatakan, ada tiga perkara narkoba yang diungkapkan.

"Dalam kasus narkoba itu ada tiga tersangka yang diamankan. Mereka membawa narkotika jenis sabu dengan jumlah berbeda, " ucapnya.

Kapolres berharap para tersangka bisa mengikuti proses penanganan kasus yang dialaminya.

"Kalau mereka sudah bebas usai menjalani hukumannya, tentunya bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri, " pintanya. (dvi)