Senin, 18 November 2019


Satpol PP Tertibkan Pedagang Karet di Pasar Ngabang

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 78
Satpol PP Tertibkan Pedagang Karet di Pasar Ngabang

TERTIBKAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Landak melaksanakan penertiban pedagang jual beli karet di Pasar Ngabang, Senin (14/10).

NGABANG, SP - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Landak melaksanakan penertiban pedagang jual beli karet di Pasar Ngabang, Senin (14/10). Pertiban dilakukan karena pedagang menyalahi ijin usaha dan selain itu, jual beli karet juga tidak boleh dilakukan di dalam kota.

Kepala Bidang (Kabid) Trantib Satpol PP Landak, Ya' Jayadi mengatakan, saat ini seluruh dinas terkait sudah berkoordinasi dan mengambil keputusan untuk melakukan penertiban terhadap aktifitas jual beli karet di Pasar Ngabang. Kemudian, yang menjadi dasar penertiban itu yakni mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 tahun 2019.

“Ada beberapa OPD yang diundang dan sudah diambil keputusan. Keputusan itu menyebutkan, jual beli karet ini akan kita tertibkan dan mengacu kepada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 Tahun 2019 Pasal 6, 7, 8 dan 9 terkait dengan perdagangan karet dan pengolahan karet, baik dari kebun petani sampai menjual keluar. Hal ini pun sudah diatur oleh Menteri Perdagangan sesuai PP yang terbaru,” ujar Jayadi, Kamis (16/10).

Dia juga mengatakan, ada beberapa pedagang karet yang ada di luar atau dalam Kota Ngabang yang sudah mulai melakukan pendekatan terhadap pedagang-pedagang itu sendiri.

“Saat ini pedagang karet yang berada di Kota Ngabang memiliki 11 pedagang dalam kota dan tiga pedagang luar kota. Dalam hal ini seperti Satpol PP, Dinas Perdagangan dan PTSP bekerjasama untuk terus melakukan pengecekan dalam persuasif terlebih dahulu, yakni seperti melakukan pendekatan dengan pedagang-pedagang itu sendiri,” jelasnya.

Selain itu, Jayadi menjelaskan, jual beli tersebut tidak boleh dilakukan di dalam kota sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 Tahun 2011.

“Kalau kita lihat dari 11 pedagang yang ada di dalam Kota Ngabang, perizinan jual beli barang tersebut yakni barang klontong. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 tahun 2011," jelasnya.

Dia menambahkan, peraturan tersebut menyebutkan jika jual beli itu tidak boleh di dalam kota.

"Surat izinnyapun tersendiri. Sementara leading sektornya yakni Perdagangan. Kemudian, yang mengeluarkan izinnya yakni PTSP. Hal ini pun sudah diatur oleh Peraturan Menteri tersebut,” jelasnya.

Menurut Jayadi, tujuan penertiban yang dilakukan tersebut juga untuk mengurangi kemacetan pada alur jalan serta menghindari adanya kerusakan dari pada jalan.

“Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kita dalam melakukan penertiban yaitu, efeknya jual beli di dalam kota yakni dari segi jalan. Hal ini dikarenakan akan mengakibatkan timbulnya kemacetan alur jalan tersebut dan memakan badan jalan yang seharusnya bisa digunakan untuk lahan parkir. Hal itu disebabkan oleh adanya penumpukan-penumpukan karet tersebut. Oleh karena itu, kami selaku Pemkab Landak terus berkomitmen dalam menjaga dan menertibkan Pasar Ngabang ini,” ucapnya.

Dia berharap, dengan dilakukan adanya penertiban jual beli karet tersebut, Kota Ngabang bisa semakin terarah untuk ke depannya.

“Dengan ditertibkan pedagang jual beli karet ini, mudah-mudahan Kota Ngabang ini akan tertata rapi dan berjalan dengan baik ke depannya,” harap Jayadi. (dvi)