Senin, 18 November 2019


Santri Diminta Tebarkan Kedamaian

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 63
Santri Diminta Tebarkan Kedamaian

PIMPIN APEL - Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan menjadi pembina apel peringatan Hari Santri Nasional di PP Nurul Islam Ngabang. Polres Landak dan Banser Landak juga ikut mengamankan peringatan itu. IST

NGABANG, SP - Peringatan Hari Santri Nasional ke lima tahun 2019 yang jatuh pada Selasa (22/10), diperingati oleh Pondok Pesantren Nurul Islam Ngabang. Mereka melaksanakan apel yang berlangsung Minggu (20/10) di lapangan PP Nurul Islam Ngabang. 

Bertindak selaku inspektur apel pada peringatan Hari Santri Nasional di PP Nurul Islam Ngabang, Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan. Apel itupun diikuti para Santri, para majelis taklim dan peserta lainnya.

Pada kesempatan tersebut, dalam amanatnya, Kapolres mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019 merupakan momentum untuk mempertegas peran Santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit modernisasi Islam di Indonesia.

"Hal ini tentunya dengan karakter kalangan Pesantren yang moderat, toleran dan komitmen cinta tanah air," ujarnya.

Kapolres mengharapkan para Santri untuk semakin vokal dalam menyuarakan dan meneladankan hidup damai.

"Kemudian, menekan ataupun menghindari terjadinya konflik di tengah masyarakat dan tidak terlibat dalam kegiatan radikalisme deradikalisasi. Saya mengajak untuk bersama-sama tebarkan kedamaian kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun," ajaknya.

Pelaksanaan apel peringatan Hari Santri Nasional di PP Nurul Islam Ngabang memang tidak terlepas dari pengamanan yang dilakukan oleh Polres Landak, Polsek Ngabang dan anggota Banser. Mereka sebanyak 32 orang bersama-sama melakukan pengamanan peringatan Hari Santri Nasional tersebut.

"Tujuan pengamanan ini agar selama pelaksanaan upacara hari Santri dan pawai dapat terlaksana dengan aman dan tertib," kata perwira pengendali dalam pelaksanaan pengamanan Kompol B. Sembiring.

Dia mengatakan, pengamanan dari anggota Polres Landak dan anggota Polsek Ngabang yang dilibatkan berjumlah 40 personel.

"Kita juga dibantu oleh anggota Banser Ngabang berjumlah 32 orang," jelas Kapolsek Ngabang ini.

Diapun memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengamanan, baik pengamanan jalur maupun pengawalan kirab santri. Apalagi polisi memperkirakan kirab itu akan diikuti sekitar 200 orang.

"Untuk meminimalkan terjadinya kemacetan lalu lintas dan supaya pelaksanaan berjalan dengan lancar, saya mengarahkan peserta untuk berjalan tiga baris supaya tidak terlalu makan jalan utama," katanya.

Kepada panitia kegiatan, kapolsek juga meminta untuk mengarahkan para santri guna berjalan secara tiga baris.

"Hal ini supaya tidak mengganggu pengguna jalan lain,” ucap kapolsek.

Sementara Ketua Banser Landak, Robi Setiawan mengungkapkan, pengamanan yang dilakukan oleh Banser Ngabang merupakan murni suka rela.

"Sebab, Banser adalah bagian dari santri. Jadi harapan Banser, kegiatan Hari Santri Nasional ini dapat terlaksana dengan tertib," ucap Robi. (dvi)

Teladan Semangat Jihad

Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama. 

Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (resolusi jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan. 

Sekutu ini maksudnya adalah Inggris sebagai pemenang Perang Dunia II untuk mengambil alih tanah jajahan Jepang. Di belakang tentaran Inggris, rupanya ada pasukan Belanda yang ikut membonceng.

Aspek lain yang melatarbelakangi penetapan HSN ini adalah pengakuan resmi pemerintah Republik Indonesia atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga NKRI. Ini sekaligus merevisi beberapa catatan sejarah nasional, terutama yang ditulis pada masa Orde Baru, yang hampir tidak pernah menyebut peran ulama dan kaum santri.

Adapun Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2019 ini mengusung tema Santri Unggul, Indonesia Makmur. (*)