Rabu, 23 Oktober 2019


Dinas Pendidikan Melawi Larang Plonco di Sekolah

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 1049
Dinas Pendidikan Melawi Larang Plonco di Sekolah

ilustrasi

NANGA PINOH, SP – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi mengingatkan seluruh sekolah agar menjauhi bully atau plonco dalam pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah. Sekolah diharapkan lebih humanis dan lebih mengenalkan siswa baru tentang metode belajar maupun berbagai aktivitas ekstra sekolah dalam masa pengenalan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Melawi, Joko Wahyono, mengingatkan pada masa pengenalan lingkungan sekolah yang biasa akan digelar pada awal-awal masuk tahun ajaran baru, sekolah dilarang mewajibkan siswa baru untuk memakai atribut seperti tas karung atau tas plastik, kaos kaki bewarna warni tidak simetris, aksesoris di kepala yang tidak wajar, alas kaki yang tidak wajar, menggunakan papan nama dan atribut lainnya yang tidak relevan dengan aktifitas pembelajaran.

“Jadi para orangtua tidak perlu khawatir lagi dengan kebutuhan anaknya yang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah tersebut, karena tidak ada lagi yang dibebankan kepada siswa baru untuk membeli atau membawa sesuatu ke sekolah,” ujarnya belum lama ini

Selain itu dalam masa pengenalan lingkungan, sekolah juga dilarang melakukan aktivitas  seperti memberi tugas kepada siswa baru yang majib membawa produk dengan merk tertentu, menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat, memakan dan meminum yang bukan milik masing-masing siswa baru, memberikan hukuman yang tidak mendidik, memberi tugas yang tidak masuk akal dan sebagainya.


“Kita imbau sekolah untuk tidak melakukan kegiatan seperti itu, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta,” katanya. Untuk memastikan tidak ada lagi sekolah yang melakukan plonco dan pemberlakukan senioritas, Dinas Pendidikan mengharapkan dukungan dan bantuan dari seluruh komponen masyarakat dalam melakukan pengawasan.

“Kalau ada sekolah yang masih melakukan aktivitas plonco dan pembodohan terhadap siswa baru laporkan saja kepada Dinas Pendidikan,” tuturnya. Joko menegaskan, pada masa pengenalan lingkungan sekolah, sebaiknya dilakukan langsung oleh guru yang ada di sekolah. Sehingga tidak ada lagi istilah senior maupun junior.

“Ini salah satu upaya untuk menghindari aktivitas plonco terhadap siswa baru,” tegasnya. Terpisah, Kepala SMP Negeri 1 Nanga Pinoh, Theresia Idayani mengungkapkan dalam pengenalan lingkungan bagi siswa baru, pihaknya menggelar berbagai kegiatan seperti pendidikan karakter, serta pengenalan wawasan dan tak lupa juga peningkatan iman dan takwa.

“Pengenalan lingkungan ini dilakukan langsung oleh guru guru yang ada disini,” katanya. (eko/ang)