Minggu, 08 Desember 2019


Penerimaan Anggota Polri 2018, Kapolres Melawi Pastikan Seleksi Anggota Tanpa Suap

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 683
Penerimaan Anggota Polri 2018, Kapolres Melawi Pastikan Seleksi Anggota Tanpa Suap

KONSULTASI - Sejumlah pelajar mendatangi Polres Melawi untuk bertanya dan melakukan registrasi pendaftaran calon anggota Polri, Rabu (4/4). (Ist)

Sejumlah pelajar mendatangi Mapolres Melawi, Rabu (4/4). Selain mencari informasi terkait dengan pembukaan penerimaan calon anggota baru, sebagian diantaranya juga sudah mendaftarkan diri secara online.

SP - Kabag Sumda Polres Melawi Kompol Nurhadi mengatakan, animo para pelajar untuk menjadi anggota Polri terbilang tinggi di Melawi. Pihaknya memang kerap terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan tentang penerimaan anggota Polri di tahun 2018 ini.

"Meskipun pendaftaran registrasi online dan pemeriksaan berkas baru dibuka selama dua hari ini, namun sudah banyak siswa-siswa datang ke Polres Melawi untuk mendaftar, hari ini sudah terdaftar sebanyak 31 pendaftar baik calon Polri maupun calon Polwan yang sudah mendaftarkan diri di buku animo kami," kata Nurhadi.

Puluhan siswa-siswi ini ada yang datang untuk mendaftarkan diri. Ada pula yang sekadar bertanya tentang tata cara dan persyaratan untuk masuk ke pendidikan Polisi. 

"Pendaftaran dibagi menjadi dua bagian, pemeriksaan berkas dan bagian registrasi online. Jadwal pendaftaran registrasi online dan pemeriksaan berkas dimulai pagi hari sekitar jam 08.00 WIB sampai jam 15.00 WIB, untuk hari sabtu dan minggu hanya sampai jam 11.00 WIB," jelas dia.

Terpisah, Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, menegaskan, dalam penerimaan Bintara maupun Perwira Polri ini gratis alias tidak dipungut biaya. Polri dalam penerimaan ini bersifat transparan dan murni tanpa suap. 

"Jika selama ini banyak masyarakat yang beranggapan masuk polisi itu harus bayar, itu bohong. Penerimaan ini gratis," tegasnya.

Fadlin juga meminta para pelajar yang berminat untuk mendaftar menjadi calon anggota Polri harus mempersiapkan fisik dan mental sebelum menjalani proses seleksi. 

Asisten SDM Polri, Irjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, secara proporsional rekruitmen Brigadir atau Bintara tahun 2018 nantinya akan ditentukan kuotanya, sehingga masing-masing kabupaten memiliki jumlah yang sama.

“Sejak saya kapolda di sini (Kalbar) kan kuota dari masing-masing kabupaten. Soalnya kalau dibuat kuota flat, nanti yang paling banyak dari kota. Akhirnya ya dari daerah kekurangan. Ketika orang kota ini ditugaskan di perbatasan di tempat yang jauh, yang bukan kampung halamannya, pengennya kembali lagi ke kota,” kata Arief, baru-baru ini.

Dalam prinsip penerimaan brigadir atau bintara, kepolisian menerapkan local boy for local job, local boy for local police. Sementara untuk penerimaan perwira, terutama untuk akademi kepolisian atau sekolah institusi sumber sarjana Polri tidak menggunakan prinsip local boy for local police karena bersifat nasional.

“Ini yang harus dijaga dan rekan-rekan kalau memang ada informasi ada orang yang menjanjikan sesuatu, bisa membantu, itu omong kosong. Tolong sampaikan kepada seluruh warga masyarakat, tidak ada praktik-praktik semacam itu,” tuturnya. (eko susilo/ang)