Sabtu, 19 Oktober 2019


DPRD Keluhkan Pasar Semrawut

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 141
DPRD Keluhkan Pasar Semrawut

SEMRAWUT - Walau bangunan pasar sudah difungsikan, sejumlah pedagang masih tetap memilih berjualan di badan jalan.

NANGA PINOH, SP - Sudah lebih dari empat bulan, Pasar Markasan selesai dibangun. Tiga bangunan pasar baru ini pun sudah dibagi-bagi ke pedagang. Namun, hingga kini, tetap masih banyak pedagang yang berjualan di badan jalan. Sehingga tetap terlihat tak tertib. 

Wakil Ketua DPRD Melawi, Kluisen, pun mengkritisi hal tersebut. Menurutnya, sesuai dengan tujuan keberadaan bangunan baru pasar tradisional di Jalan Markasan, kawasan ini harusnya lebih tertib.

"Pasar itu kan sudah difungsikan. Tinggal bupati memerintahkan instansi terkait untuk meminta para pedagang menempati pasar. Bukan seperti sekarang, pasar tetap masih terlihat semrawut karena sebagian pedagang tetap berjualan di badan jalan," keluhnya.

Legislator PDI Perjuangan ini melanjutkan, bangunan pasar baru itu sudah seharusnya segera ditempati. Dan pedagang yang mendapat prioritas untuk lapak di dalam pasar, harusnya adalah pedagang yang memang sudah lama berjualan di sana. 

"Jangan sampai yang baru atau tak pernah berjualan malah dapat meja, yang lama justru sampai tak kebagian tempat berjualan," katanya.

Kluisen juga mengingatkan, pemerintah harus tegas dalam menata dan meminta agar pedagang bisa menempati lapak dalam Pasar Markasan. Sehingga, semua pedagang mau menempati pasar yang dibangun dengan dana miliaran rupiah itu. Dan bagi pedagang yang berjualan di badan jalan, mestinya diberikan waktu untuk mereka memindahkan lapak dagangannya.

"Pemerintah mestinya tegas. Kalau memang ada aturan yang melarang pedagang berjualan di badan jalan, tentunya harus diingatkan," ucapnya.

Menurut Kluisen, pemerintah juga harus memikirkan pedagang yang belum mendapat tempat di dalam pasar. Pertimbangan misalnya, apakah mereka sudah lama atau baru berjualan di pasar tersebut. Tapi intinya, pedagang lama yang sudah berjualan, bahkan ikut tergusur saat pembangunan pasar ini harus diutamakan. 

"Mestinya ada datanya, karena kan pedagang lama ini dari dulu juga sudah dipungut retribusinya," katanya. (eko/lha)

Lapak Pasar Kurang

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Melawi, Ramdha Suhaimi mengungkapkan, upaya penataan dari instansinya sudah dilakukan, hanya memang ada pedagang yang tak patuh.

"Untuk pasar tradisional, nanti kira berikan teguran sampai tiga kali. Setelah itu, baru bawa Satpol PP ke sana untuk menertibkan pedagang agar kembali ke dalam pasar," katanya.

Ramdha mengungkapkan, adanya persoalan dalam proses pembangunan lapak sehingga sejumlah pedagang tak memperoleh lapak dalam pasar baru ini. Hal ini dipicu dengan penambahan jumlah pedagang secara mendadak usai pasar dibangun. 

Di sisi lain, jumlah meja yang tersedia juga tak cukup untuk menampung semua pedagang. 

"Seperti pedagang ikan dan ayam, jumlahnya tiba tiba bertambah. Padahal awalnya sebagian meja mereka dialokasikan untuk pedagang sayur. Tapi sekarang tak cukup lagi. Sementara lapak untuk pedagang sayur kurang," ungkapnya.

Persoalan ini, kata Ramdha, sudah terjadi sejak sebelum ia berada di Diskumdag. Ia juga sudah mendorong agar prioritas pedagang diutamakan pada pedagang lama yang memang benar-benar berjualan. (eko/lha)