Selasa, 21 Januari 2020


Sulit Berharap Lolos dalam Seleksi CPNS

Editor:

Shella Rimang

    |     Pembaca: 1221
Sulit Berharap Lolos dalam Seleksi CPNS

Ilustrasi

Oleh: Widya Syafina Ain | Mahasiswa FISIP Untan


Pada penerimaan CPNS 2019, Pemprov Kalbar membuka 152.286 formasi. Rinciannya, lowongan di instansi pusat di 68 Kementerian/Lembaga sebanyak 37.425 formasi, sedangkan lowongan CPNS di pemerintahan daerah sebanyak 114.861 formasi yang tersebar di 462 pemerintahan daerah.

Ada dua jenis formasi yang dibuka  pada CPNS tahun 2019 ini, yaitu formasi umum dan formasi khusus. Formasi umum bisa diikuti oleh semua pelamar, sedangkan formasi khusus meliputi cumlaude, diaspora, dan disabilitas pada instansi pusat dan daerah, serta formasi khusus putra-putri Papua, dan formasi lainnya yang bersifat strategis pada instansi pusat.

Pada pembukaan lowongan CPNS 2019 ini formasi jabatan yang paling dibutuhkan adalah pendidikan sebanyak 63.324 formasi, tenaga kesehatan 31.756 formasi, dan teknis fungsional sejumlah 23.660 formasi.

Ada sekitar 43.938 pelamar CPNS yang sudah mendaftar di 12 kabupaten/kota dan Pemprov Kalbar. Mereka akan memeperebutkan 3.400 kuota CPNS se-Kalbar. Itu pun belum tentu semua formasi bisa terisi.

Bayangkan dari puluhan ribu pendaftar, yang diterima hanya beberapa ribu pelamar. Ibarat persen, dari 100 persen hanyak 10 persen saja yang lolos dalam seleksi CPNS.

Pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau yang biasa disingkat PNS atau ASN menjadi incaran banyak orang. Apalagi gaji yang didapat jika menjadi PNS setiap bulan tergolong menjanjikan, belum lagi yang katanya ditambah dengan tunjangan ini dan itu.

Bisa dikatakan, bekerja sebagai PNS itu sejahtera. Oleh karena itu, setiap lowongan CPNS dibuka, jutaan lulusan perguruan tinggi dan diploma hingga sarjana S3 di Indonesia bersaing ikut seleksi.

Mengenai gaji, namanya juga masih bakal Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), maka ketentuan gaji yang diberikan tentu tidak sama dengan ketentuan penggajian bagi Aparatur Sipil Negara yang sudah diangkat menjadi PNS. Lalu, berapa besar gaji CPNS?

Mengacu dari ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah RI No. 7 tahun 1977, CPNS diberikan gaji pokok sebesar 80 persen dari gaji pokok untuk PNS. Begitu juga dengan besar tunjangan bagi CPNS, yang diberikan sebesar 80 persen dari tunjangan yang biasanya diberikan pada PNS.

Akan tetapi, setiap instansi biasanya menerapkan kebijakan pemberian tunjangan kinerja CPNS yang berbeda-beda dengan ketentuan payung hukum masing-masing instansi.

Kemudian bagaimana dengan gaji PNS yang sebenarnya? Dilihat dari Peraturan Pemerintah yang terbaru tentang Pegawai Negeri Sipil yaitu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2019 tentang perubahan kedelapan belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun1977 tentang peraturan gaji Pegawai Negeri Sipil.

Di peraturan ini tertera, golongan pertama sekitar Rp1.560.800 sampai Rp2.686.500, golongan kedua sekitar Rp2.022.200 sampai Rp3.820.000, golongan ketiga sekitar Rp2.579.400 sampai Rp4.797.000, golongan keempat Rp3.044.300 sampai Rp5.901.200.

Gaji di atas merupakan gaji pokok Pegawai Negeri Sipil. Gaji pokoknya tergolong lumayan hampir setara dengan upah minimum, akan tetapi PNS terkenal dengan banyaknya tunjangan kerja yang diberikan untuk kesejahteraan PNS. Bahkan di beberapa instansi, tunjangannya bisa berkali-kali lipat dari gaji pokoknya. Belum lagi terdengar kabar gaji PNS yang akan meningkat.

Bagaimana tidak orang-orang bisa tergila-gila dengan lowongan CPNS? Tentu saja setiap orang mengharapkan gaji yang dapat menjamin kehidupan mereka, baik sekarang maupun untuk di waktu yang akan datang. Lalu darimanakah gaji PNS tersebut?

Mengenai gaji PNS pernah menuai pro-kontra yang katanya gaji tersebut berasal dari masyarakat. PNS digaji oleh pemerintah, yang mana gaji tersebut berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Nah, pendapatan negara ini kan sumbernya beragam. Salah satunya dari pajak yang dipungut dari masyarakat, kemudian ada yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dikumpulkan oleh kementerian dan lembaga.

Kemudian, ada juga yang berasal dari utang. Sumber-sumber pendapatan itu digabungkan dan dikelola ke dalam APBN yang nantinya digunakan untuk belanja, yang salah satunya yaitu menggaji PNS.

Pemerintah memang memberikan gaji besar kepada PNS serta dengan segala tujangannya, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan PNS yang mengabdi kepada negara. Akan tetapi jangan sampai lupa, bahwa yang harus disejahterakan bukanlah hanya hal itu saja, banyak rakyat yang harus disejahterakan kehidupannya.

Jangan sampai gaji PNS semakin meningkat, tetapi utang jadi membengkak dan rakyat lain menderita. Pemerintah harus memilih CPNS yang benar-benar sesuai kebutuhan dan berkompetensi yang bagus, serta harus berasaskan keadilan. Karena banyak terjadi pemikiran, yang mana seleksi CPNS hanya bersifat untung-untungan saja.

Sebagai angkatan kerja, tidak ada salahnya jika kita tergila-gila untuk mengharapkan lolos dalam seleksi CPNS, akan tetapi cara yang harus digunakan juga harus benar-benar usaha yang jujur tanpa ada penyimpangan dari payung hukum yang ada.

CPNS harus siap jika lolos dalam seleksi, siap untuk mengabdi kepada negara, siap untuk diberikan serta menjalankan amanah, siap untuk dipindahkan di berbagai tempat dan lain sebagainya.