Lawan Politik Wakil Wali Kota Pontianak, Edy Kamtono pada Pilwako 2018 Bermunculan

Ponticity

Editor sutan Dibaca : 5577

Lawan Politik Wakil Wali Kota Pontianak, Edy Kamtono pada Pilwako 2018 Bermunculan
ILUSTRASI- (antarafoto)
PONTIANAK, SP- Di Kota Pontianak, kendati Pilkada serentak pada tahun 2018 dan suksesi bersamaan dengan Pilkada Gubernur Kalbar, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Sanggau, dan Kayong Utara, namun sejumlah figur sudah mulai bermunculan.

Dari pemantauan Suara Pemred, sejumlah nama bakal calon walikota mulai menjadi buah bibir atau menjadi perbincangan warga di hampir semua warung kopi. Tak ketinggalan dari kalangan politikus, pejabat pemerintahan, swasta, pengusaha dan pengurus partai. 


Edi Rusdi Kamtono Wakil Walikota Pontianak, diramalkan memiliki peluang besar untuk merebut tahta Walikota Pontianak. Selain posisi menguntungkan sebagai incumbent,  Edi Kamtono belakangan ini rajin turun lapangan untuk bertemu masyarakat.  

Selain Edi Kamtono  sejumlah nama lain yang merasa dirinya pantas untuk maju sudah mulai melakukan pendekatan dengan tokoh dan pengurus partai. Bahkan sudah ada yang berani menyatakan diri untuk siap maju, melalui baliho dan media.

Namun sebagian dari para balon ini  ada juga menyiapkan dirinya
, untuk dilirik Edi Kamtono sebagai wakil wali kota mendatang.
  Seorang politikus kepada SuaraPemred mengungkapkan saat ini, sejumlah nama yang merasa siap untuk maju, telah melakukan kampanye terselubung.   

"Sebenarnya masyarakat sudah tahu dengan tingkah tebar pesona sejumlah bakal calon-calon itu. Tapi kalau mau Kota Pontianak ini maju pesat, kita harapkan ke depan masyarakat  memilih pemimpin yang jujur, bijak dan berani berdiri di atas kepentingan semua golongan," katanya.  

Menurut politikus ini, sejumlah nama yang menjadi pembicaraan bakal maju, diantaranya, Sattarudin Ketua DPRD Kota Pontianak yang juga ketua  DPD PDI Perjuangan Kota Pontianak, Firdaus Zarin Ketua Partai Nasdem Kota yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak. Fauzi mantan anggota DPRD Kota Pontianak yang kini menjabat salah satu petinggi penting IKBM Kalbar.  

Selain itu, ada nama Ahmad Bustomi mantan anggota DPRD Kota Pontianak.  Adang Gunawan, Ketua PSSI Kalbar yang  juga Sekjen Partai Golkar.  Ismulyani Alqadrie, Mulyadi Kadis Pendidikan Kota Pontianak, Ketua Koni Kalbar Syarif Mahmud Aqadrei, Yandi anggota DPRD Kota dari Gerindra, serta Kombes Suhadi SW, Direktur Bina Mitra Polda Kalbar.  

Ada beberapa yang masih malu-malu ingin maju, sehingga masih menutup diri.   "Tapi semua itu tentunya akan mengerucut, karena semua tergantung keputusan partai. Termasuk nama Mulyadi, adik kandung Sutarmidji juga hangat diperbincangkan akan dimajukan. Jadi kita lihat saja bagaimana nanti mereka-mereka itu bermain catur," ungkapnya.  

Ketua Komisi A DPRD Kota Pontianak, Yandi menegaskan, siap menjadi kandidat dalam pemilihan Wali Kota Pontianak pada 2017 mendatang. Yandi mengklaim akan maju melalui Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), menunggu keputusan partai, siapa yang akan maju di Pilkada nanti.  
"Saya kandidat. Kita menunggu perintah partai. Jika partai menghendaki siapapun, ya kita mau tidak mau. Asal memenuhi kriteria," ujar Yandi.  

Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, telah pula menyatakan siap merebut kursi yang akan ditinggalkan Sutarmidji pada Pilkada serentak tahun 2018.   Marselus Uthan mengatakan, figur lain yang layak diusung di Kota Pontianak, antara lain Syarif Maman Alqadrie, Gusti Ersan Aslirosa, Erik Martio, Harso Utomo Suwito, Syarif Mahmud Alqadrie, Setiawan Lim, Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Akip, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Mulyadi.  

Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi mengaku sangat mendukung bagi calon yang akan bertarung pada Pilkada Wali Kota Pontianak mendatang.   Figur yang didukung untuk menjadi Wali Kota Pontianak yang pasti seorang pemimpin yang visioner, pemimpin yang mampu melihat apa yang diperlukan untuk membangun Kota Pontianak dan berpikif secara outboss.   
"Jelas kita dukung Wali Kota kedepan. Minimal sama dengan Wali Kota sekarang, dan bila perlu lebih dari sekarang," kata Herman.  

Kota Pontianak sebagai Ibu Kota Provinsi Kalbar membutuhkan seorang pemimpin yang luar biasa, pemimpin dengan kemampuan yang lebih dan dapat memajukan ibu kota selayaknya kota-kota besar Indonesia. (jee/ang/yoo/ben/aju/hd/lis)