Minggu, 08 Desember 2019


Vaksinasi Rubella di Kalbar Dimulai Tahun Depan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 1225
Vaksinasi Rubella di Kalbar Dimulai Tahun Depan

BUKU PANDUAN – Buku panduan vaksinasi campak dan rubella yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, berisikan pengetahuan tentang bahaya serta pencegahan penyakit tersebut. Di Kalimantan Barat, vaksinasi Measles Rubella (MR) mulai dilakukan tahun depan. Anta

PONTIANAK, SP –Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menambah tiga jenis vaksin dalam program vaksin nasional, salah satunya Measles Rubella (MR).

Sebagaimana diterangkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, M Subuh, beberapa waktu lalu, berkenaan dengan penambahan vaksin MR guna menggantikan vaksin campak dan Mumps Measles Rubella (MMR) yang saat ini sudah lama kosong.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kalbar, Andy Jap mengatakan, vaksin MR bertujuan untuk mencegah penyakit campak dan rubella, penyakit infeksi menular melaui saluran nafas yang disebabkan oleh virus.

"Rubella ini kan penyakit sejenis kayak cacar, penyebabnya karena virus. Rubella ini menjadi berbahaya kalau dia menginfeksi kepada ibu hamil (bumil)," ujarnya, kemarin.

Dia menjelaskan, jika bumil terinfeksi rubella, maka dikhawatirkan janin yang ada di dalam kandungannya ikut terserang. "Kita takutnya nanti menyerang janin menyebabkan cacar," katanya.

Waktu rawan bagi bumil terinfeksi penyakit campak maupun rubella, yakni pada triwulan pertama kehamilan. "Pada tiga atau empat bulan pertama itu sangat berisiko sekali," jelasnya.

Meski sangat disarankan kepada bumil, vaksin MR juga bisa dilakukan terhadap anak."Anak-anak untuk perlindungan rubella. Untuk ibu hamil kan supaya pencegahan tidak menular ke janin," terang Andy.

Dia menuturkan, program vaksin nasional dengan tambahan beberapa vaksin ini sudah mulai dilakukan di Pulau Jawa. Sedangkan di luar Jawa termasuk Kalbar, rencananya dimulai tahun depan. "Untuk seluruh di luar Jawa, tahun depan," ucapnya.

Rangkul Tokoh

Vaksin atau imunisasi MR diberikan untuk setiap anak yang berusia sembilan bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia sembilan bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi campak.

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR efektif untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Kendati demikian, masih terjadi penolakan dari kelompok anti vaksin dalam program imunisasi atau vaksinasi. Pasalnya, program vaksinasi dinilai belum terjamin kehalalan bahan yang digunakan dalam vaksin.

Untuk menangkal anggapan tersebut, Andy mengatakan akan merangkul segenap tokoh di Kalbar. Menurutnya, persepsi tersebut tidaklah benar.

"Kita akan merangkul semua tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain sebagainya. Tentu akan diberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya bahwa masalah halal-haram itu kita akan memberikan penjelasan melalui tokoh agama," terangnya

Dia mengatakan, pemberian vaksin adalah hak bagi setiap anak agar mereka sehat. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka sama saja melanggar hak asasi anak.

"Kalau kita tidak memberikan perlindungan kepada bayi, sebenarnya kita melanggar hak pada bayi itu sendiri untuk mendapatkan kekebalan," tegasnya. (umr/and)


  •