Senin, 09 Desember 2019


Advokat Diimbau Tak Kuras Duit Klien

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 628
Advokat Diimbau Tak Kuras Duit Klien

AMBIL SUMPAH – Sebanyak 20 advokat Di Kalimantan Barat diambil sumpahnya dalam sidang terbuka kegiatan pengambilan sumpah/janji advokat wilayah hukum Pengadilan Tinggi Kalbar di Hotel Kini Pontianak, Selasa (3/10). SP/Nova

PONTIANAK, SP – Ketua DPD Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kalbar, Daniel Edward Tangkau meminta para advokat bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat atau kliennya, bahwa profesi ini adalah pekerjaan yang mulia. Dia pun meminta advokat memiliki jiwa Pancasilais, jujur dan bertanggung jawab.

Daniel tak memungkiri jika citra buruk terhadap advokat masih melekat. Tak sedikit masyarakat yang menganggap pekerjaan ini hanya menguras uang kliennya saja.

"Padahal tidak demikian, masih banyak advokat yang baik dan kerja sosial membela kepentingan klien, maka dari itu dibutuhkan advokat yang Pancasilais, jujur dan bertanggung jawab kepada kliennya," ungkapnya, Selasa (3/10).

Daniel yang ditemui saat sidang terbuka acara pengambilan sumpah/janji advokat wilayah hukum Pengadilan Tinggi Kalbar, di Hotel Kini Pontianak, menjelaskan ada lima permasalahan hukum yang menjadi atensi dari Pemerintah Pusat seperti narkoba, illegal logging, illegal fishing, illegal mining dan trafficking ditambah dengan kasus perdata dan pidana.

"Peran advokat di Kalbar sangat dibutuhkan, terlebih luasnya permasalahan-permasalahan hukum yang muncul saat ini," ujarnya.

Kesemuanya ini, kata Daniel, tentu membutuhkan keahlian serta kemampuan dari para advokat, salah satunya yang dilantik hari ini. Rata-rata mereka memiliki dasar sebagai aparat penegak hukum dan dosen sesuai dengan ahlinya, sehingga ke depan dapat membela kliennya.

"Karena memang advokat ini adalah pekerjaan jasa dan mandiri, tidak digaji oleh siapa-siapa dan bersifat sosial. Dibayar boleh, tidak dibayar juga boleh. Artinya bebas karena sudah disumpah dan tidak boleh menolak jika ada masyarakat yang memohon bantuan hukum, ini mulia sejauh yang dikerjakan itu benar," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 20 advokat di Kalbar dilantik. Ini merupakan angkatan ketiga dari IKADIN Kalbar.
Sementara itu, satu di antara anggota IKADIN Kalbar, Glorio Sanen menuturkan, advokat harus mematuhi kode etik profesi. Jasa hukum yang diberikan, bukan membela perbuatan orang, tapi membela hak-haknya.

“Karena advokat itu bukan juru selamat namun pembela hak-hak,” jelasnya.

Anggota lainnya, Markus Lukman menyebutkan, berprofesi sebagai advokat sangt baik dan menantang. Profesi ini menambah ilmu dalam pelaksanaan setiap praktiknya.

“Saya mengikuti advokat ini kali pertama. Saya dulu dosen di Untan namun sudah pensiun, meskipun saya sudah pensiun, untuk menambah ilmu sayang sekali kalau tidak saya gunakan atau kembangkan ilmu saya ini,” ujarnya. (ova/epa/and)


  •