Kamis, 12 Desember 2019


Tumbuhkan Budaya Taat Hukum di Kalbar, Sutarmidji: Kita Bisa Contoh Pemkot Pontianak

Editor:

Indra W

    |     Pembaca: 664
Tumbuhkan Budaya Taat Hukum di Kalbar, Sutarmidji: Kita Bisa Contoh Pemkot  Pontianak

Debat kandidat tahap ketiga untuk Pilgub Kalbar, Kamis (21/6). (SP/Rah)

PONTIANAK, SP - Angka kriminalitas di Kalbar cukup tinggi. Pada tahun 2016 lalu, tercatat ada 7.185 kasus dan didominasi oleh kasus pencurian,  penganiayaan, dan narkoba. Ini menunjukan budaya taat hukum masyarakat masih rendah.

Saat menanggapi pertanyaan apa program pembangunan terkait budaya hukum dan sistem keamanan berbasis masyarakat dalam debat kandidat tahap ketiga untuk Pilgub Kalbar, di Hotel Aston Pontianak, Kamis (21/6), Sutarmidji menjawab ringkas.

Menurut Sutarmidji, membiasakan masyarakat Kalbar taat hukum harus dimulai dari penegakan Perda seperti yang dilakukan oleh Pemkot Pontianak.
 
“Tiga tahun yang lalu saya pernah menegakkan aturan dengan menilang 1.424 orang kerana membuang sampah sembarangan. Ada juga yang ditilang karena berjualan di tempat sembarangan. Sekarang pelanggaran itu tidak sampai 100 se tahun,” katanya.

Ini menunjukkan bahwa upaya itu cukup berhasil. Masyarakat sudah mulai taat hukum. 

Di sisi lain pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bersama menjaga lingkungannya dimana Satpol PP melakukan lomba kampung aman setiap tahunnya dan bahkan bekerja dengan dengan kepolisian.

Itu semua katanya membuat masyarakat sekarang mulai disiplin terhadap peraturan yang ada.
“Kita bisa lihat Kota Pontianak bersih dan orang tidak akan buang sampah di lewat yang sudah ditentukan,” yakinnya.

Ini semua katanya nanti akan bermuara pada penegakkan hukum itu sendiri yang berkeadilan dan Kota Pontianak bisa menjadi contoh kota taat hukum. (rah)


  •