Jumat, 13 Desember 2019


Satpol PP Pontianak Sita Gas Melon di Tiga Restoran

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 518
Satpol PP Pontianak Sita Gas Melon di Tiga Restoran

DISITA - Tim gabungan dari Satpol-PP Kota Pontianak dan dari PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbar menyita belasan tabung elpiji subsidi dari tiga restoran besar di Kota Pontianak, Jumat (21/12). SUARA PEMRED/DINO

PONTIANAK, SP -  Satpol-PP menyita belasan tabung elpiji di tiga restoran besar atau mewah di Kota Pontianak, yakni Restoran Pondok Kakap, Mutiara, dan Restoran Gajahmada, Jumat (21/12).
     
"Dari razia kami hari ini di tiga restoran besar dan mewah itu, ketiganya masih menggunakan elpiji subsidi, sehingga langsung kami lakukan penyitaan, kemudian pengelolanya juga disuruh menandatangani surat pernyataan yang intinya harus segera pindah ke elpiji nonsubsidi," kata Kepala Satpol-PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana.
     
Selain itu, menurut dia, para pengelola tersebut juga menandatangani surat pernyataan keras, sehingga ketika dilakukan razia kembali dan masih menggunakan elpiji subsidi, maka sanksinya bisa sampai pencabutan izin usaha.      
       
"Selanjutnya, para pemilik restoran mewah ini dipanggil ke Satpol-PP untuk mengganti tabung elpiji tiga kilogram tersebut ke yang tabung elpiji nonsubsidi," katanya.
     
 Menurut dia, para pemilik restoran mewah yang masih menggunakan elpiji subsidi ini, diberikan sanksi sosial, berupa diberitakan di sejumlah media, baik cetak, online dan elektronik, sehingga mereka ke depannya "kapok" agar tidak lagi mengulangani perbuatannya tersebut.
   
 "Apalagi ini restoran mewah yang pengunjungnya juga orang banyak uang atau orang 'kaya', tetapi masih mengambil hak masyarakat tidak mampu, sehingga masyarakat menjadi sulit dalam mendapatkan elpiji tiga kilogram," ungkapnya.
   

 Dari hasil razia gabungan tersebut, Restoran Pondok Kakap ditemukan dan dilakukan penyitaan sebanyak lima tabung tiga kilogram, Gajahmada dua tabung, dan Restoran Mutiara sebanyak empat tabung yang lokasi usahanya rata-rata di kawasan perkotaan Kota Pontianak.  

Adriana menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran terhadap aturan yang ada.  

Senior administrator Depot Supply Point (DSP) Pertamina Pontianak, Syukra Mulya Risky yang juga ikut dalam proses sidak ini mengatakan, tabung gas yang disita akan dilakukan penukaran dengan tabung gas non PSO.  

Menurut dia, restoran yang berskala besar, sudah seharusnya tidak menggunakan tabung gas melon, karena tabung gas tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.  

“Supaya tabung tersebut tidak kembali beredar di pasaran, maka akan kita tukar dengan tabung gas non subsidi,” kata Risky.  

Dalam penukarannya nanti, dua tabung gas 3 kilogram kosong akan ditukar dengan satu tabung gas 5,5 kilogram yang lebih pantas digunakan oleh restoran besar. Hal ini juga bisa dilakukan oleh masyarakat banyak, jika ingin melakukan penukaran tabung gas 3 kilogram ke tabung 5,5 kilogram.  

Risky menambahkan hal yang ditemukan dalam sidak ini sungguh sangat tidak layak untuk dicontoh dan dilakukan oleh pengusaha lain. Dirinya kecewa, karena masih ada oknum yang menyelewengkan gas subsidi ini, di tengah masyarakat yang sangat membutuhkan gas tersebut.  

“Hal semacam ini bisa menjadi penyebab kelangkaan yang terjadi, karena kuota dari Pertamina yang sudah disusun pemerintah sudah disalurkan sebagaimana mestinya,” ucapnya.  

Ia berharap masyarakat dapat menilai dirinya sendiri apakah masih pantas untuk menggunakan gas bersubsidi. Untuk itu, perlu ada kesadaran masyarakat bahwa gas subsidi diperuntukan bagi warga yang kurang mampu, agar ke depan penyalurannya akan lebih tepat sasaran.  

Sementara itu, Iin Fitriana karyawan Restoran Gajah Mada mengatakan, tabung gas yang didapati di dapur restorannya adalah tabung gas sisa kegiatan ulang tahun restoran.

"Setiap tahunkan ada acara ulang tahun restoran kami. Jadi bawa tabung gas 3 kilogram, kalau bawa tabung besarkan susah bawanya," kata Iin.

"Tabung itu hanya digunakan pada saat acara saja. Setelah habis, itu akan disimpan kembali," tegas Iin. (din/bob)