Rabu, 23 Oktober 2019


Midji Nilai Penanganan ABK Tak Penuhi Standar

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 169
Midji Nilai Penanganan ABK Tak Penuhi Standar

BERBINCANG - Gubernur Kalbar, Sutarmidji didampingi Kepala RSJ Sungai Bangkong Pontianak, Batara Putra Sianipar berbincang dengan keluarga pasien Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) saat meninjau RSJ Sungai Bangkong di Kota Pontianak, Rabu (19/6).

Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong di Jalan Alianyang, Kota Pontianak perlu banyak berbenah. Terutama terkait dengan mutu pelayanan rumah sakit seperti pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana. 

Pasalnya, ketika Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji melakukan peninjauan, Rabu (19/6), Midji mengatakan layanan RSJ jauh dari standar yang ada. 

Saat itu, Midji dan rombongannya berkeliling memeriksa semua ruangan yang ada. Satu di antaranya adalah ruangan layanan instalasi perawatan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). 

Kata dia, ruangan ini satu di antara ruangan yang tak memenuhi standar. Sebab, dengan ruangan yang terbatas, namun pihak RSJ tetap menerima pasien, terutama rawat inap di luar kapasitas yang seharusnya. 

"Jika dilihat dari instalasi penanganan anak berkebutuhan khusus, dari standar yang ada, sepertiganya pun tak ada," ungkapnya. 

Semestinya, kata dia, pihak rumah sakit dapat mengukur hal ini. Jika tidak memungkinkan, maka pihak RSJ menangani beberapa item kegiatan saja agar layanan bisa maksimal.  

"Itu yang mau saye karena penanganan-penangan penyakit kejiwaan itu tidak gampang. Lebih mudah ngurus orang sakit jantung atau ape," ujarnya. 

Selain itu, dirinya juga sempat mengomentari perihal bendera merah putih milik RSJ yang masih dipasang walaupun di beberapa bagian sudah koyak. 

Kata dia, dari bendera itu bisa mencerminkan bagaimana layanan rumah sakit ini belum maksimal. 

"Dan itu saya bilang kalau misalnya ruangannya terbatas, maka lebih baik rawat jalan saja (pasien). Lihat, bendera jak udah koyak-koyak, tapi kepala dinasnya tidak bisa ganti. Itu barang mati, ape lagi barang bergerak," ujarnya sambil menunjuk ke arah bendera. 

Dikatakan bahwa hal itu merupakan tantangan pihak RSJ untuk membenahi layanan-layanan rumah sakit agar seluruh pasien dapat ditangani dengan baik.

Dia meminta RSJ Sungai Bangkong segera melakukan inovasi terutama untuk penanganan anak berkebutuhan khusus. 

Selain itu, mantan walikota dua periode Kota Pontianak ini juga menginginkan RSJ Sungai Bangkong ke depan fokus untuk merawat pasien yang rawat jalan saja. Sementara untuk pasien gangguan jiwa yang harus rawat inap maka akan dimaksimalkan ke RSJ Singkawang. 

"Tadi ada saran (dari pasien) anak-anak yang berkebutuhan khusus, yang perlu rawat inap di sini saja (RSJ Sungai Bangkong). Nanti kita pertimbangkan," katanya. 

Dari sisi bangunan, dirinya juga menginginkan agar semaksimal mungkin RSJ Sungai Bangkong dikembalikan seperti yang lama. 

Di tempat sama, Direktur RSJ Sungai Bangkong, Batara Sianipar menyatakan siap mengeksekusi seluruh arahan Gubernur terkait perbaikan dan pengembangan RSJ Sungai Bangkong. 

"Kita akan membuat satu perencanaan dulu. Persiapan segala macam agar berjalan lancar. Arahan pak Gubernur sudah jelas," katanya. 

Kata dia, tahun ini sudah ada beberapa kegiatan pengembangan yang dilakukan manejemen RSJ Sungai Bangkong untuk meningkatkan pelayanan. Misalnya, terkait dengan layanan laundry, gizi, serta perawatan terhadap penyakit bagi pasien. 

"Mudah-mudahan tahun ini berjalan lancar dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit," ungkapnya.  

Dia menjelaskan, pelayanan medis bagi pasien gangguan jiwa di RSJ Sungai Bangkong selama ini dilakukan secara konperhensif. Hal itu bisa dilihat dari keterlibatan semua dokter, seperti psikeater, psikolog maupun dokter gizi.  

Diketahui, beberapa waktu lalu RSJ Sungai Bangkong telah dilaksanakan survei akreditasi. Untuk sementara ini, kata Batara, pihaknya tengah menunggu hasi survei tersebut. 

"Hasilnya belum keluar, kita sedang menunggu," tutup dia. (suria mamansyah/bah)