Sabtu, 19 Oktober 2019


Angkat Karya Ilmiah Rohis sebagai Pendidikan Karakter

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 761
Angkat Karya Ilmiah Rohis sebagai Pendidikan Karakter

RAIH PENGHARGAAN - Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Selakau, Supradto meraih penghargaan peringkat pertama sebagai Kepala Sekolah Berprestasi se-Provinsi Kalimantan Barat 2019. ist

Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Selakau, Suprapto diganjar penghargaan peringkat pertama sebagai kepala sekolah berprestasi se-Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019. 

Penghargaan itu diterimanya atas karya ilmiah yang dituliskannya mengangkat keberhasilan kegiatan kerohanian islam (rohis) yang menjadi ujung tombak pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Selakau.

"Saya melihat dampak positif yang luar biasa dari kegiatan rohis, tingkat drop out semakin waktu juga semakin berkurang," ucap Suprapto saat diwawancarai pada Kamis (20/6).

Ia mengatakan pemilihan kepala sekolah berprestasi merupakan agenda tahunan Kementreian Pendidikan dan Kebudayaan. Secara berjenjang seleksi dilakukan mulai dari tingkat kabupaten, kemudian provinsi lalu ke tingkat nasional.

Syarat utama dalam pemilihan kepala sekolah berprestasi ialah portofolio, rekam jejak setiap kepala sekolah, lalu karya ilmiah yang disebut best practice atau hal-hal terbaik yang telah dilakukan oleh setiap tenaga pendidik. 

Hal lainnya yang juga menjadi bahan penilaian adalah video yang terkait dengan hal-hal yang membanggakan atau yang telah dikembangkan di sekolah.

"Dari portofolio, best practice dan rekam jejak kinerja kepala sekolah akan dijadikan penilaian," jelasnya.

Dalam tulisan, Suprapto menyampaikan dampak kegiatan memotivasi masyarakat untuk masuk ke SMA Negeri 1 Selakau. Dari pertama ia masuk di SMA Negeri 1 Selakau pada 2012 masih terdapat 15 rombongan belajar (rombel), namun sekarang sudah terdapat 19 rombel.

Diungkapkan bahwa SMA Negeri 1 Selakau telah mendapatkan beberapa penghargaan di antaranya dari Bupati Sambas sebagai sekolah dengan pelaksanaan pembinaan akhlakul karimah terbaik se-Kabupaten Sambas pada 2018. 

Prestasi lainnya yang berhasil diraih SMA Negeri 1 Selakau adalah juara dua sekolah sehat tingkat Kabupaten Sambas. Serta penghargaan dari bina insan center Kabupaten Sambas sebagai rohis teraktif di Kabupaten Sambas.

"Sejumlah prestasi ini tentunya perlu dituangkan dalam bentuk tulisan dan perlu disosialisasikan agar bisa menjadi referensi bagi sekolah lainnya," katanya.

Dirinya menjelaskan muatan materi rohis di SMA Negeri 1 Selakau di antaranya adalah ajaran tentang fitrah Islam, penyiapan kader mentor serta tentunya yang berkaitan dengan visi misi rohis yakni amar makruf nahi mungkar. 

Nilai-nilai kemanusiaan dan kebaikan akan terus dikembangkan dan ditanamkan dalam setiap anggota rohis SMA Negeri 1 Selakau.

"Dengan mengamalkan nilai kemanusiaan dan toleransi serta saling menghargai, tentu dengan keyakinan agama masing-masing, diharapankan tidak menjadi bahan pertentangan bagi warga sekolah," tambahnya.

Di tingkat nasional, ia tetap akan membawa topik tentang pendidikan karakter. Ada hal unik di SMA Negeri 1 Selakau yang bisa dikedepankan seperti tingkat partisipasi pembinaan rohis yang luar bisa. 

Tidak hanya siswa, tapi juga tata usaha dan alumni serta pihak luar yang saling bekerjasama dalam memajukan rohis di SMA Negeri 1 Selakau.

Sementara itu beberapa waktu lalu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Kusnadi yang hadir dalam pembukaan pemilihan guru dan tenaga pendidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat Provinsi Kalbar tahun 2019 mengatakan, melalui kegiatan pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi, harapannya akan dapat memberikan contoh teladan yang baik bagi guru yang lainnya.

Kegiatan ini juga untuk memberikan apresiasi kepada guru yang telah berkorban siang dan malam mengelola pendidikan di satuan pendidikan.

"Mudah-mudahan mereka dapat memberikan motivasi yang kuat bagi guru lainnya untuk mengikuti kegiatan yang sama di tahun mendatang," ujarnya.

Jumlah peserta yang ikut kurang lebih 140 orang dari kabupaten, kota. Pada tahun ini minus perwakilan guru dari Kayong Utara untuk ikut berkompetisi di tingkat provinsi. Sebelumnya juga sudah ada guru perwakilan Kalbar yang melaju ke tingkat nasional dan masuk kategori menang harapan satu. 

Ia akui memang seleksi yang dilakukan sangat ketat sekali mengingat ada 34 provinsi yang ikut di tingkat nasional.

"Ke depan, kita menginginkan dengan anggaran yang tersedia, betul-betul memberikan motivasi kepada guru dan memberikan kesempatan guru lebih mengembangkan dirinya," ungkapnya.

Tujuannya, guru punya wawasan, tidak hanya di bidang akademik, tapi di kegiatan lainnya juga ada. (dino/hms/bah)