Rabu, 23 Oktober 2019


Kabut Asap Batalkan Keikutsertaan Tiga Negara di PIDB 2019

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 75
Kabut Asap Batalkan Keikutsertaan Tiga Negara di PIDB 2019

DITUNDA – Pelaksanaan lomba even Pontianak Internasional Dragon Boat 2019 di Sungai Kapuas Kota Pontianak ditunda karena kabut asap semakin tebal.

PONTIANAK, SP – Dampak bencana kabut asap terus meluas. Selain melumpuhkan aktivitas sekolah dan mengancam kesehatan masyarakat, kabut asap berhasil membatalkan keikutsertaan tiga negara pada even Pontianak Internasional Dragon Boat (PIDB) 2019. Tiga negara itu yakni Singapura, Hongkong dan Filipina.  

Hal itu diketahui saat pembukaan even PIDB 2019 yang berlangsung dalam kepungan kabut asap tebal di Taman Alun-Alun Kapuas, Jumat (20/9).  

“Ada tiga negara yang membatalkan keikutsertaannya yaitu Singapura, Hongkong dan Filipina,” ungkap Ketua Pelaksana PIDB, Ongky Lesmana.  

Pejabat pemerintah daerah pun seperti tak berdaya dengan penetapan jadwal even. Padahal, kualitas udara Kota Pontianak pada Jumat (20/9) pukul 12.00 sudah masuk pada kategori berbahaya dengan konsentrasi PM 10 pada angka 497,26.

Namun, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji masih menampik jika kabut asap akan mengganggu pelaksanaan PIDB. Dirinya mengklaim jarak pandang masih di atas 400 meter. Sedangkan jarak lomba hanya membutuhkan 300 meter.

"Saya tidak akan berpanjang lebar karena kondisi asap," ucap Sutarmidji saat memberikan sambutan pada pembukaan PIDB.  

Midji mengklaim antusiasme masyarakat cukup tinggi meskipun tertutup kabut asap. Dirinya mengapresiasi kegiatan PIDB dan Khatulistiwa Run. Kampanye untuk membuat Sungai Kapuas menjadi objek wisata Kota Pontianak semakin hari semakin berhasil.


Dikatakan untuk tim mancanegara diikuti oleh sejumlah negara di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Australia dan China.
 

Kegiatan ini juga untuk memeriahkan hari jadi Kota Pontianak yang jatuh pada 3 Oktober mendatang. Lewat even, diharapkan dapat menarik wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri, berkunjung ke Kalimantan Barat.

"Sudah saatnya objek-objek wisata di pinggir Sungai Kapuas yang dimiliki ini dapat menarik wisatawan," tutupnya.

Sementara Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan PIDB merupakan agenda kali pertama yang diselenggarakan di Kota Pontianak. Agenda ini juga untuk memanfaatkan kawasan Sungai Kapuas sebagai sport tourism.

PIDB juga dirangkaikan dengan agenda Khatulistiwa Run serta beberapa agenda lainnya.


"Ini salah satu upaya menjadikan Kota Pontianak yang maju," ucap Edi.
  Namun, kondisi udara yang kian memburuk akibat kabut asap terpaksa membuat sejumlah kegiatan luar ruangan (outdoor) dihentikan sementara. Tak terkecuali kegiatan olahraga seperti PIDB.  

Edi menginstruksikan kepada pihak panitia pelaksana tiap kegiatan olahraga untuk menunda kegiatan tersebut.   "Seluruh kegiatan olahraga saya minta ditunda karena kondisi udara semakin memburuk bahkan masuk kategori berbahaya," ujarnya, Jumat (20/9) malam.  

Selain event PIDB, pihaknya juga meminta event Khatulistiwa Run yang rencananya digelar Minggu (22/9) juga ditunda. Hal ini dilakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.  

Tak hanya kegiatan olahraga, kegiatan luar ruangan atau outdoor sementara juga dihentikan sampai kondisi udara berangsur normal dan baik.   Berdasarkan informasi dari BMKG Pontianak, diperkirakan mulai dari 20 September Kalbar akan diguyur hujan. Dimulai dari sebagian kabupaten kota Sambas, Singkawang, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang dan Kapuas Hulu.  

Tanggal 21 hingga 26 September 2019 diperkirakan hujan akan turun di hampir seluruh wilayah Kalbar dengan intensitas sedang hingga lebat.    

"Mudah-mudahan Kalbar segera diguyur hujan agar asap segera hilang dan kondisi udara normal kembali," harapnya   Edi mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan. Hindari keluar rumah atau aktivitas di luar jika tidak benar-benar penting.   

"Petugas rumah oksigen yang ditempatkan di tiap puskesmas enam kecamatan juga siaga dan siap memberikan pelayanan pada masyarakat yang mengalami sesak nafas karena ISPA," pungkasnya.
  
Sementara Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pontianak, Sy Saleh mengatakan pertandingan dragon boat diikuti oleh kategori lokal dan internasional.
  Kategori lokal diikuti enam kabupaten dengan jumlah 228 atlet. Di antaranya Sambas sebanyak 30 atlet, Bengkayang 44 atlet, Mempawah 44 atlet, Landak 22 atlet, Kubu Raya 44 atlet dan Pontianak 44 atlet.

"Sementara untuk tim provinsi mewakili Indonesia turut mengutus tim Sulawesi Selatan, Jawa Tengah , Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat," ujar Sy. Saleh. (din/bah)