Kamis, 21 November 2019


Mayat Tergeletak di Kamar Hotel Orchardz

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 7615
Mayat Tergeletak di Kamar Hotel Orchardz

Ilustrasi

PONTIANAK, SP - Sesosok mayat laki-laki ditemukan tewas di kamar Hotel Orchardz, Jalan Gajahmada, Kelurahan Benua Darat, Kecamatan Pontianak Selatan pada Selasa (22/10). 

Mayat tersebut pertama kali ditemukan teman korban bernama Tina sekitar pukul 11.00 WIB. Tina datang ke hotel tersebut berniat ingin cek out sekaligus menemui korban yang sudah dua hari menginap di sana. 

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, AKP Rully Robinson mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan di sekitar lokasi ditemukannya mayat tersebut, tepat di tong sampah polisi menemukan dua bungkus alat kontrasepsi yang diduga sudah digunakan. 

Sementara di laci meja kamar tepat di samping tempat tidur ditemukan satu bungkus lagi, namun masih belum digunakan.  

Korban, kata Rully, diketahui bernama Steven (34), warga Jalan Parit Haji Husin 2, Kecamatan Pontianak Tenggara. 

Rully menyebutkan bahwa polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. 

"Namun saat ditemukan, mayat dalam posisi terlentang dan di bagian leher hingga kaki bagian bawah terdapat lebam," ungkapnya. 

Rully mengatakan, saat Tina sampai di depan pintu kamar korban, Tina tak mendapati jawaban ketika pintu diketuk. Setelah satu jam menunggu dan merasa khawatir, akhirnya Tina menghubungi resepsionis hotel. 

Pihak hotel langsung membawa teknisi untuk membuka pintu kamar dan ditemukan mayat sudah tewas dengan menggunakan baju kaus berwarna putih dan celana jeans. 

Sementara personel Polsek Pontianak Selatan mendapat laporan tersebut dari pihak hotel sekitar pukul 13.00 WIB, lantas menghubungi Inafis Polresta Pontianak kota. 

Setengah jam kemudian, barulah tim Inafis datang dan melakukan penyelidikan. 

"Korban diduga meninggal karena sakit karena ditemukan Obat Merk Mixagrip di meja rias kamar, selanjutnya korban dibawa ke rumah Sakit Soedarso untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Rully. (sms/bah)

Usut Penyebab

Tokoh Pemuda Pontianak, Imam Hanafi berharap polisi menyelidiki kasus kematian tamu hotel tersebut. 

“Jika dugaan awalnya karena mati sakit, polisi harus memastikan dugaan itu,” kata Hanafi. 

Kepastian penyelidikan polisi sangat penting untuk menghalau kemungkinan kematian tamu hotel itu dibunuh. 

“Jika memang akhirnya terkuak bahwa korban itu dibunuh, polisi harus meringkus pelaku pembunuhan. Tunjukkan bahwa Kota Pontianak adalah kota yang tak aman bagi pembunuh,” katanya. 

Hanafi menambahkan bahwa kejahatan bisa lahir dari penegakan hukum yang lemah atau tebang pilih. 

“Namun jika aparat penegak hukum tegas dan bersih, dapat dijamin sebuah daerah akan aman dan damai,” pungkas Hanafi. (bah)