Rabu, 11 Desember 2019


Tim Kampanye Gubernur Isi Jabatan Perusda Kalbar

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 2624
Tim Kampanye Gubernur Isi Jabatan Perusda Kalbar

Grafis: koko

PONTIANAK, SP – Dua posisi direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha Provinsi Kalimantan Barat, bakal diisi dua mantan pentolan kampanye Gubernur Sutarmidji dan Wakil Gubernur Ria Norsan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar 2018 lalu. Mereka adalah Subhan Noviar dan Syariful Hamzah Nauly. Keduanya akan dilantik Senin (18/11) bersama dua orang direksi lain, yakni Wahyu Cundrik Pamungkas dan Susanti.

Empat orang direksi ini merupakan hasil seleksi Panitia Seleksi Calon Dewan Pengawas dan Direksi Perusahaan Daerah Aneka Usaha Kalbar. Dalam surat Nomor: 011/PANSEL-PDAU/XI/2019, Subhan Noviar merupakan calon dewan pengawas independen dengan nilai tinggi. Sama hal dengan Syariful Hamzah Nauly untuk posisi calon direktur utama.

Dalam Pilgub Kalbar 2018 lalu, Subhan Noviar merupakan Jenderal Relawan Midji-Norsan. Di media, dia lantang berkampanye untuk pasangan dengan jargon Kalbar Baru tersebut. Termasuk ikut dalam kampanye lapangan.Dia pun sempat maju sebagai caleg DPR-RI dalam Pileg 2019 lewat partai Golkar di daerah pemilihan Kalbar 1, namun gagal.

Sedang untuk urusan di dunia bisnis, dia lama malang-melintang.Kini tercatat sebagai Direktur PT Satu Hati Indonesia, dan Manager Sales dan Marketing PT Dua Agung.Yang disebut terakhir merupakan perusahaan distributor Semen Gresik.

Sedang Syariful Hamzah Nauly merupakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garda Pemuda Nasdem Kalbar.Dalam Pilgub Kalbar lalu, Nasdem merupakan partai partama yang memberi kursinya untuk dipakai Sutarmidji maju Gubernur. Serupa Subhan, Hamzah Nauly maju dalam Pileg 2019 sebagai caleg DPRD Kalbar dapil Kalbar 1, dan gagal.

Syariful Hamzah hingga kini tercatat sebagai Komisaris PT Cahaya Niaga Nusantara. Perusahaan yang salah satunya bergerak di distribusi semen Holcim, yang kini berubah nama jadi Dynamix.

Anggota DPRD Kalbar, Angelina Fremalco mengatakan perusahaan daerah mesti ditempati orang yang tepat dan sesuai. Perusda harus bisa memberikan pemasukan kepada pemerintah.Orang yang mengisi jabatan direksi, tidak bisa tidak, harus memiliki latar belakang pengusaha dan profesional.

"Tidak menutup kemungkinan kami berhak dan wajib melakukan pengawasan, ketika ada  hal yang menyimpang tentu kami harus turun tangan," katanya, Minggu (17/11).

Dia tidak ingin meributkan jajaran direksi diisi orang Gubernur atau bukan.Namun diingatkannya, jabatan direksi bukan tempat balas jasa.Bila sampai hal itu terjadi, dia amat menyayangkan.

"Seharusnya sebagai Gubernur, Pak Sutarmidji bisa menempatkan orang-orang yang memang bisa berkontribusi di perusda," ucapnya.

Sementara Wakil DPRD Kalbar, Suryansyah mengatakan dalam kurun waktu lima tahun belakangan, perusda belum memberikan kontribusi atau deviden kepada pemerintah daerah. Malah dianggap membebani APBD.

“Mereka selama ini diberikan anggaran, penyertaan modal pemerintah, tetapi selama operasional lima tahun ini tidak memberikan deviden ke pemerintah daerah dan selalu membebani APBD,” ujarnya.

Hal ini sangat disayangkan, apalagi perusda memiliki aset yang berpotensi besar menghasilkan laba.

“Selama ini perusda banyak asset, namun pemanfaatannya tidak efektif sehingga tidak menghasilkan laba.Jadi kami berharap direksi perusda yang baru ini bisa memaksimal potensi itu,” tuturnya.

Terkait dengan nama-nama calon yang muncul, dia mengatakan belum memiliki referensi yang banyak untuk menilai.Yang jelas, katanya, yang harus diketahui masyarakat adalah pertimbangan gubernur sehingga memilih nama-nama tersebut.

“Kalau pertimbangannya berdasarkan profesionalitas tentu tidak masalah asal mana calon tersebut.Tetapi tentunya harus berdasarkan profesionalitas,” ujarnya.

Terlepas dari itu, dia mengatakan mengangkat pihak yang telah berjasa untuk duduk di suatu jabatan merupakan hal biasadi dunia politik.Tapi pertimbangan utama harus profesionalitas dengan pertimbangan laba dan sosialnya.

“Semoga Gubernur Kalbar tidak sembarangan memberikan amanah posisi ini, sebabke depannya akan ketahuan jika jajaran direksinya yang ditunjuk, justru tidak mumpuni untuk memikul tanggung jawab tersebut,” katanya.

Bukan Kue

Kepada Suara Pemred, Subhan Noviar mengatakan dirinya bukan orang politik. Termasuk ketika jadi Jenderal Relawan Midji-Norsan, dia bukan bagian tim sukses yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum.

“Bukan timses, kalau relawan kan banyak.Kalau itu (seleksi direksi) bisa dilihat dari track record, kemudian dalam seleksi terbuka, siapa pun bisa mendaftar,” katanya.

Dia menyebut Perusda Aneka Usaha bukan ‘kue’ yang menarik untuk dibagi-bagi.Pasalnya, perusahaan daerah itu dalam kondisi rugi.Dalam hal ini, dia mendaftar ikut seleksi terbuka, untuk membuktikan pada diri sendiri, bisa berbuat dan bikin perusahaan itu berkontribusi untuk Kalbar.

“Saya merasa kondisi perusda seperti itu dan saya juga punya pengalaman, ada keinginan juga untuk membuktikan perusahaan daerah bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD),” sebutnya.

Dia yakin dengan pengalaman yang dimiliki, bisa berkontribusi lebih untuk daerah.

“Ini justru upaya untuk membuktikan orang yang punya intregritas dan track record.Kalau dalam periode beberapa tahun tidak berhasil, lebih baik mundur.Tapi kalau dewan pengawas kan punya masing-masing,” sebutnya.

Terpisah, Syariful Hamzah Nauli bercerita, awalnya melihat pengumuman seleksi terbuka direksi Perusda Kalbar di Koran.Pembukaan dilakukan dua kali lantaran di kesempatan pertama, tak ada yang masukkan lamaran.Dia pun berisiniatif mendaftar untuk meramaikan bursa seleksi direksi, di dua hari sebelum pendaftaran ditutup.

"Semuanya saja jalani apa adanya, mulai dari pendaftaran sampai psikotes," ucapnya.

Dia menegaskan kedekatan dirinya dengan Sutarmidji tidak memiliki korelasi dengan pendaftaran direksi perusda.Syariful Hamzah bahkan mengaku kaget, ketika tahu mendapatkan peringkat satu.

"Saya dengan Pak Gubernur, tidak ada arahan.Saya cuma ingin mengabdi untuk Kalbar," ucapnya.

Sejak pelantikan Gubernur Kalbar hasil Pileg 2018, dia mengatakan tak sekalipun berkomunikasi dengan Sutarmidji.Selain itu, sejak pelantikan Presiden Jokowi, dia sudah berhenti sebagai kader Partai Nasdem.

Beberapa hal menurutnya perlu dibenahi di perusda.Terutama persoalan internal.Hal ini penting agar bisa menempatkan orang-orang yang sesuai didalam perusahaan.Orang-orang di dalam perusda harus bisa bekerjasama sebagai tim dan siap menerima tekanan dari siapa pun.

“Kalau ditunjuk, saya akan mengembangkan aneka usaha lepas dari kekurangan likuiditas.Karena saat ini kondisi perusda memerlukan kerja ekstra untuk mengembalikan kinerja yang lebih baik,” tutupnya.

Tanpa Intervensi

Gubernur Kalbar, Sutarmidji memastikan tak ada intervensi dirinya dalam seleksi direksi Perusda Aneka Usaha Kalbar. Dia mengatakan, pendaftaran yang dibuka sempat tak ada pelamar.Alhasil, lowongan diperpanjang.Siapapun boleh ambil bagian, termasuk kader partai.Dengan catatan, dia wajib meninggalkan partai.

“Kalau orang yang kaitan dengan tim sukses saya lalu tak boleh berkarier, maka itu kasian dia. Contohnya Erick Thohir Ketua Tim Sukses Jokowi jadi Menteri BUMN dan lain-lain. Kita lihat aja kinerjanya, tapi open biding-nya saya pastikan 99,99 persen tanpa intervensi saya,” ujarnya.

Dia menjelaskan Perusda Aneka Usaha sudah banyak mendapat penyertaan modal dari pemeritah.Namun kondisinya terus merugi karena tidak dikelola profesional.Banyak aset tak jelas dan jenis usaha yang merugikan Pemda.

“Banyak yang bisa dikerjakan perusda, tapi malah lahan senilai Rp60 M dibuat kios yang saya kira sulit bisa bawa perusda maju,” katanya.

Selain itu, dia menemukan di masa lalu, ada pembelian aset menggunakan uang perusda, namun aset tersebut atas nama direksi. Bahkan, danacashflow dipinjam oleh para direksi, bukan diputar untuk usaha.

“Untuk direksi yang terakhir saya berhentikan.Sebetulnya ada progres positif, tapi tak mungkin ada percepatan.Badan pengawas juga menyalahi aturan, seharusnya dari internal paling banyak dua, tetapi semua dari internal,” katanya.

Empat direksi baru yang dilantik, akan diberi waktu satu tahun untuk berbenah. Jika perusahaan tak juga untung, akan dievaluasi.

“Saya beri mereka waktu satu tahun untuk berbenah dan harus untung, kalau tidak semua akan saya evaluasi dan bukan tak mungkin saya berhentikan jika tak mencapai target kinerja,” tutupnya.(din/iat/sms/jee/bls)

Serahkan Tiga Nama

PANSEL Dewan Pengawas dan Direksi Perusda Kalbar mengeluarkan surat pengumuman hasil seleksi dengan tiga nama peraih nilai tertinggi untuk masing-masing posisi sebagaimana termuat dalam surat Nomor: 011/PANSEL-PDAU/XI/2019. Dari tiga nama itu, keputusan diserahkan kepada Gubernur, memilih berdasarkan rangking atau tidak.

Untuk calon Dewan Pengawas Independen, peringkat I diraih oleh Subhan Noviar dengan nilai 84,57; peringkat II Pieter Gunawan dengan nilai 84,48; dan peringkat III diraih oleh Sri Bunayah dengan nilai 71,75.

Sedang calon Direktur Utama, peringkat I diraih Syariful Hamzah Nauly dengan nilai 88,73; peringkat II Wahyu Cundrik Pamungkas dengan nilai 88,72; dan peringkat III diraih Susanti dengan nilai 83,67.

Posisi calon Direktur Teknik dan Pemasaran, peringkat I diraih Wahyu Cundrik Pamungkas dengan nilai 88,72; peringkat II Ichfany dengan nilai 83,52; dan peringkat III Tris Dianto dengan nilai 79,92.

Pada posisi calon Direktur Administrasi dan Keuangan, peringkat I diraih Susanti dengan nilai 83,67; peringkat II diraih oleh Hasmi Yudha dengan nilai 83,02; dan peringkat III diraih Krisantus Heru Siswanto dengan nilai 75,83.

“Dewan pengawas juga ada tiga orang, satu orang Dewan Pengawas Independen, akan dipilih oleh gubernur dari tiga besar yang dihasilkan pansel, dan dua orang Dewan Pengawas yang berasal dari pejabat daerah yang membina BUMD, akan ditetapkan oleh gubernur,” kata Ketua Pansel Dewan Pengawas dan Direksi Perusda Kalbar, Eddy Suratman. (bls)