Selasa, 21 Januari 2020


Sinergikan Wisata Tepi Sungai Kapuas

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 118
Sinergikan Wisata Tepi Sungai Kapuas

Anggota DPRD Pontianak, Widodo.

PONTIANAK, SP - Anggota DPRD Kota Pontianak, Widodo berharap penataan kawasan tepi sungai Kapuas terus berlanjut. Salah satu yang menurutnya bisa diimplementasikan adalah menyatukan kekayaan budaya tepi sungai, cerita daerah atau sejarah, dalam paket wisata.

"Misalnya, dari Taman Alun Kapuas, Masjid Jami dan Istana Kadriah, ditunggu oleh kapal yang bawa. Terus nanti makan siang di kampung lain lagi, sekalian jual suvenir. Atau sambung ke Tugu Khatulistiwa. Jadi tidak habis di kapal susur sungai saja," katanya, Senin (9/12).

Selain itu, dalam perjalanan juga harus ada pemandu yang paham cerita kehidupan di sungai, sejarah dan perkembangan Kota Pontianak. Bukan tidak mungkin pula, dibuat paket perjalanan untuk melihat kehidupan di tepi sungai. Selama ini orang mungkin tahu, ada bongkar muat barang dan aktivitas lain, tapi tak pernah melihat dari dekat.

"Saya percaya, sebagian orang Pontianak sendiri tidak pernah tahu apa kegiatan di sungai. Kadang kita jalan ke luar negeri yang menjual water front, padahal kita punya potensi sama," sebutnya.

Widodo bercerita, dia pernah ikut paket wisata sungai di Vietnam. Empat jam lamanya. Dalam perjalanan, turis diajak kembali ke masa perjuangan Vietnam melawan Amerika. 

"Sampai lewat pohon-pohon Nipah. Padahal di Kakap banyak. Tempat tidak jauh beda, tapi dia bisa kemas dengan bagus," sambung wakil rakyat yang duduk di Komisi III ini.

Pengemasan ini akan baik dan selaras dengan upaya Pemkot Pontianak yang tengah gencar menata kawasan tepi sungai. Dari sisi ekonomi, hal ini diharap bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. 

"Saya lihat juga pemerintah pusat banyak membantu. Sebelumnya tepi sungai terlihat kumuh karena memang tidak dimanfaatkan dan diberdayakan dengan proporsional. Tapi di satu sisi bisa jadi karena masyarakat belum sadar kalau tepian sungai itu sebenarnya berpotensi untuk kegiatan ekonomi," jelasnya.

"Saya apresiasi Pemerintah Pontianak yang dapat dukungan dari Pemerintah Pusat untuk merapikan, menata pinggiran sungai," sambungnya.

Berdirinya water front pun diharapnya bisa jadi pusat ekonomi baru. Pemerintah harus terus menata agar kawasan itu nyaman bagi semua. Termasuk pengunjung dan pedagang. 

"Seperti dulu Taman Alun Kapuas yang ramai dengan pedagang, sampai pengunjung merasa tidak nyaman. Jadi butuh juga penataan di water front, jangan sampai yang datang kapok," tutupnya. (bls)


  •