Rabu, 19 Februari 2020


Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Kalbar Resmi Dilantik

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 514
Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Kalbar Resmi Dilantik

SERAH PATAKA - DPW Apsakindo Kalbar Periode 2019-2024 resmi dilantik yang ditandai dengan penyerahan Pataka organisasi. Pelantikan berlangsung di Hotel Kapuas Palace, Kamis (16/1/2020) pagi.

PONTIANAK, SP - DPW Apkasindo Kalbar Periode 2019-2024, secara resmi dilantik oleh DPP Apkasindo. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Kapuas Palace, Kamis (16/1/2020) pagi.

Menurut Ketua Panitia Pelantikan, Andreas Lani, pelantikan tersebut sebenarnya sudah direncanakan sebelum Perayaan Natal Tahun 2019, namun karena ada beberapa kendala, sehingga terjadi perubahan jadwal secara mendadak.

“Oleh karenanya, panitia dan pengurus berusaha menyesuaikan waktu pelaksanaan," ungkap Lani. 

Pelantikan DPW Apkasindo Kalbar Periode 2019-2024 dihadiri oleh 10 DPC Kabupaten/Kota. Pelantikan tersebut Tujuan menjadi salah satu awal dibentuk Apkasindo, yang merupakan wadah advokasi untuk para petani Sawit, terutama dalam hal hubungan Pemerintah dan pengusaha.

Andreas Lani menyatakan, saat ini masih ada komunikasi yang belum optimal antara pemerintah, petani dan pengusaha. Sehingga yang terjadi adalah kurang nya informasi tentang kebijakan yang didapatkan oleh petani. Malalui wadah Apkasindo, diharapkan petani dapat menjadikannya sebagai wadah penyampaian informasi dan aspirasi.

“Selanjutnya Apkasindo dapat memfasilitasi aspirasi para petani. Dengan pengurus baru ini, diharapkan dapat mengakomodir kepentingan petani kelapa sawit di Kalbar,” paparnya.

Lani berharap, dengan pelantikan, maka pengurus bisa menjembatani petani yang tergabung dalam perusahaan, serta kelompok tani yang terhimpun dalam Koperasi juga dapat terjalin hubungan yang sinergis. Walau bagaimanapun, pemerintah harus turut serta membina para petani, agar memperoleh hasil pertanian yang maksimal.

Ketua DPW Apkasindo Kalbar yang baru dilantik, Samuel mengatakan bahwa, peran Apkasindo sebagai wadah aspirasi dan pembinaan petani sangat penting untuk meningkatkan hasil pertanian. Menurutnya, pada Desember 2018 harga sawit sempat anjlok mencapai titik nadir hingga Rp1.100 per kg.

“Semua tidak terlepas dari pasar CPO dunia. Namun saat ini pasar CPO mulai menggeliat, ditambah dukungan program pemerintah Joko Widodo yang meluncur kan program biodiesel 30 persen (Program B 30), diyakini akan mendongkrak harga minyak sawit mentah (CPO). Sehingga diharapkan dapat menggerakkan kembali industri kelapa sawit yang sedang melemah saat ini,” ujar Samuel. 

"Dengan kebijakan pemerintah tersebut telah menciptakan inovasi baru, dalam pengolahan sawit. Yang awalnya sebagai bahan konsumsi rumah tangga, namun saat ini minyak sawit dapat diolah menjadi bahan energi. Salah satunya Solar Nabati,” tambahnya. 

Samuel memastikan, untuk menyambut program ini, maka Apkasindo, jadi wadah terbaik petani, yang akan dibina dari petani Swadaya menjadi petani mandiri untuk program jangka panjangnya. Melalui penguatan organisasi dengan penataan pengurus sampai ke Pengurus Unit di Kecamatan. Setelah itu baru diadakan pendataan anggota dan pembagian KTA. Terutama waktu dekat sekitar bulan Februari barulah kita akan melaksanakan Musda.

“Diharapkan melalui Apkasindo para petani dapat dibina menjadi Petani Swadaya, sehingga pengolahan lahan kedepannya, dilakukan langsung oleh petani secara mandiri. Saat ini kami telah melaksanakan MOU dengan Bank Sinarmas dalam hal pembiayaan usaha kepada petani. Dalam bentuk kredit pinjaman,” ungkapnya. 

Gubernur Kalbar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah AL Leysandri berharap Apkasindo dapat menjadi mitra Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dengan cara meningkatkan komunikasi dengan para investor serta pemerintah. Agar tata kelola perkebunan sawit di Kalbar lebih terukur, sehingga kedepan nya, tidak ada lagi permasalahan yang muncul di masyarakat.

"Seperti kita ketahui bersama selama ini, dampak permasalahan sosial perkebunan sawit, sedikit banyak pasti akan bersimbas ke Pemerintah. Saya berharap dengan dilantiknya DPW Apkasindo Kalbar, akan memberikan pembinaan kepada petani. Terutama dalam memahami dan melaksanakan kebijakan pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalbar,” kata Leysandri. (arief)