Kamis, 12 Desember 2019


Rully, Napi Rutan Kelas II/B Sambas Tertangkap

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1617
Rully, Napi Rutan Kelas II/B Sambas Tertangkap

Rully, narapidana Rutan Kelas II/B Sambas. (ist)

SAMBAS, SP - Rully, narapidana yang kabur dari Rutan Kelas II/B Sambas pada Jumat (8/4) sore pekan lalu, akhirnya ditemukan di kediaman mertuanya, di Desa Bekut Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Minggu dini hari (10/4) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kepala Rutan Klas II/B melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II/B Sambas, Sy Zaimil Aidil Alkadrie, Minggu (10/4), menjelaskan, Rully telah  dikembalikan lagi ke dalam selnya.   "Petugas kami dibantu aparat Polsek Tebas sebelumnya sudah melakukan pengintaian di rumah mertuanya. Setelah dirasa aman, barulah kami melakukan penangkapan," ungkap Zaimil.

Zaimil menuturkan, sejak Rully kabur dari Rutan, para personel Rutan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Pihak kepolisian untuk juga dapat membantu pencarian.

"Sebelumnya kami sudah menempatkan personil di lokasi-lokasi yang diperkirakan menjadi tempat persinggahan si napi. Setelah dilakukan pengintaian rupanya napi yang kabur ini berada di rumah mertuanya," jelas Zaimil.


Pada saat penangkapan, Kepala Rutan Kelas II/B, Iman Siswoyo, ikut bersama personil Rutan dan petugas Polsek Tebas.


Setelah ditangkap, Rully langsung dibawa kembali ke Rutan. "Tidak ada perlawanan dari Rully dalam penangkapan," kata Zaimil.


Sebelumnya Zaimil mengabarkan kaburnya tahanan atas nama Rully pada Jumat sore petang lalu. Rully merupakan warga kecamatan Tebas yang dihukum penjara karena kasus judi.


Zaimil mengatakan Rully yang berusia sekitar 23 tahun diketahui tidak berada di dalam kamar setelah mengambil jatah makan pada pukul 16.00 WIB. Rully dihukum atas kasus perjudian.
  Padahal, Rully akan dibebaskan sebulan ke depan setelah mendapatkan putusan hukuman selama tiga bulan pidana penjara.

Zaimil menyebutkan, Rully mulai ditahan pada bulan Februari 2016, atas kasus perjudian. Meski sudah diputuskan namun proses eksekusinya masih belum dilakukan.

"Kita masih akan menanyakan kepada Rully dari mana dia bisa berhasil kabur dari Rutan. Karena sebelumnya tidak terdapat bagian bangunan yang rusak," ucap Zaimil. (nov/aju)