Selasa, 15 Oktober 2019


Penyebar Video Mesum Sejoli Sambas Ditangkap

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 1284
Penyebar Video Mesum Sejoli Sambas Ditangkap

INTEROGASI – Pelaku penyebar video mesum sejoli di Dusun Merbau, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas sedang diinterogasi polisi Polsek Paloh, kemarin. (SP/Nurhadi)

Korban Dipaksa Bersetubuh di Bawah Ancaman


Kapolsek Paloh, Kompol Habib Turhiba 
"Pada 20-21 Maret kami melakukan penangkapan terhadap tiga pelaku yang terlibat dalam video tersebut yakni RZ (25), HN (32), dan DD (28). Dua diantaranya yakni RZ dan HN memaksa melakukan persetubuhan dengan ancaman menyebarkan video korban."

SAMBAS, SP – Tiga orang penyebar video mesum sejoli di Kabupaten Sambas yang sempat menggemparkan dunia maya beberapa waktu lalu akhirnya ditangkap polisi Polsek Paloh. Tiga pelaku yang juga penggerebek sejoli yang tengah bercumbu di belakang bangunan sarang burung walet Dusun Merbau, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh ini masing-masing RZ (25), HN (32), dan DD (28).

"Pada 20-21 Maret kami melakukan penangkapan terhadap tiga pelaku yang terlibat dalam video tersebut yakni RZ (25), HN (32), dan DD (28). Dua diantaranya yakni RZ dan HN memaksa melakukan persetubuhan dengan ancaman menyebarkan video korban," ungkap Kapolsek Paloh, Kompol Habib Turhiba, Kamis (22/3). 

Habib Turhiba menceritakan pelacakan korban maupun pelaku dalam video asusila yang berdurasi dua menit 11 detik  itu. Dikatakan bahwa korban dalam video asusila tersebut baru berumur 17 tahun.

"Pada Senin (20/3) kemarin, pihak kepolisian mendatangi rumah salah satu warga dan menerangkan mengenai adanya sebaran video yang bermuatan keasusilaan. Kami menjelaskan kepada orang tua korban bahwa di video tersebut terdapat putrinya yakni IJ," ungkap Habib Turhiba.

Aparat, kata Habib Turhiba, menjelaskan duduk perkara pelecehan tersebut kepada orang tua korban, yang kemudian menanyakan kebenaran kejadian kepada putrinya tersebut.

"Orang tuanya lalu menanyakan hal tersebut kepada anaknya dan benar, putrinya mengakui bahwa memang dia yang ada dalam video tersebut. Korban juga mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada akhir 2015 silam," jelas Habib Turhiba.

Korban mengaku telah melakukan tindakan asusila bersama seorang laki-laki berinisial TT yang baru dikenalnya empat hari di belakang bangunan sarang burung walet Dusun Merbau, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh pada pukul 22.00 WIB, akhir 2015 silam.

"Nah, pada saat sedang melakukan tindakan asusila, korban dan pasangannya ini dipergoki oleh sekelompok orang yang jumlahnya belasan dan sebagian besar menggunakan masker atau penutup wajah. Kemudian memaksa mereka melanjutkan hubungan intim tersebut sambil memvideokan adegan itu," jelas Habib Turhiba.

Tak hanya itu, dari pengakuan korban, dirinya juga dipaksa untuk bersetubuh dengan dua orang laki-laki yang telah menggerebek mereka.

"Sebagian dari mereka telah berbuat asusila dengan meraba-raba korban. Kemudian korban dan pasangannya ditinggal bersama dua laki-laki yang ditugaskan untuk menjaga agar tidak kabur, pada saat itu dua diantara mereka yang ditugaskan menjaga, malah memaksa melakukan persetubuhan dengan ancaman menyebar video jika korban menolak," kata Habib Turhiba.

Akademisi Sambas, Erik Darmansyah mengatakan, beredarnya video mesum sejoli di dunia maya itu menunjukkan betapa ‘jebloknya’ pengetahuan warganet. Jika warganet berilmu dan melek teknologi, maka tak akan membagi video tak pantas itu. 

"Kejadian viral video porno tersebut mesti jadi pelajaran dan jangan terulang. Ini akibat oleh bebas dan jebloknya pemahaman terhadap ilmu dan teknologi, sehingga setiap orang tanpa teredukasi bisa men-share (membagi) di medsos," kata Erik, beberapa waktu lalu.

Dikatakan bahwa penyebar konten porno harus mendapatkan sanksi hukum.

"Ini penting untuk menyadarkan masyarakat dan mengedukasi tentang bagaimana menggunakan IT secara bijak dan benar," tutur Erik.

Erik juga mmeinta pelaku pada video tersebut juga mendapatkan sanksi agar ada efek jera.

"Pada video tersebut tampak pasangan mesum seperti dipaksa untuk melakukan adegan (persetubuhan). Maka, pelaku adegan mesti mendapatkan efek jera," kata Erik.

Erik pun meminta Pemkab Sambas mesti lebih konkret menetapkan program perbaikan akhlakul karimah.

“Kejadian ini jadi pukulan berat yang mesti disikapi secara cepat, tegas dan integratif dengan kekuatan sipil lainnya. Tindakan pencegahan harus segera dilakukan karena tanpa itu berarti omong kosong saja," pungkas Erik.

Aktifkan Siskamling Dusun


Tokoh Pemuda Sambas, Denny Firmansyah berharap kepala desa mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di tiap dusun. 

“Ini penting untuk mempersempit ruang gerak sejoli yang akan berbuat mesum,” kata Denny. 

Kemudian, satpol PP juga harus rutin menggelar razia di tempat-tempat potensial mesum.

“Jika ketahuan, panggil orangtua sepasang kekasih itu. Bikin surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya. Pasangan remaja memang harus dikontrol. Pergaulan kini sudah berubah, tidak seperti dahulu,” kata Denny. (noi/bah)