Senin, 21 Oktober 2019


Bea Cukai dan TNI Amankan 20 Ton Rotan Ilegal

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 168
Bea Cukai dan TNI Amankan 20 Ton Rotan Ilegal

ROTAN ILEGAL – Ratusan ikat rotan ilegal dengan beratmencapai 20 ton, yang diamankan Bea Cukai Sintete dan anggota TNI dari Yonif 543 Wanara Sakti. Rotan tersebut diduga akan dijual ke Malaysia. (Ist)

SAMBAS, SP – Bea Cukai Sintete Sambas mengamankan 20 ton rotan di perbatasan Indonesia-Malaysia. Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima dari anggota Yonif 543 Wanara Sakti.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal Bea Cukai Sintete, Djoko Slamet mengatakan awalnya, pihaknya diberitahu anggota TNI AD Yonif 643 tentang penemuan rotan di KM 31 perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Kemudian kita survei dan pantau selama dua hari, namun pemilik masih belum muncul. Rotan saat ini kita amankan di Kantor Bea Cukai di PLBN Aruk," katanya, Rabu (27/2).

Dugaan sementara, puluhan ton rotan itu akan dikirim ke Malaysia. Praktek ini dilarang arena PLBN Aruk belum ditetapkan sebagai kawasan paben.

“Belum bisa melakukan kegiatan lalu lintas barang karena (PKBN Aruk) belum ditetapkan sebagai kawasan pabean," tuturnya.

20 ton rotan yang diamankan itu dibagi dalam 185 ikatan. Mengenai nominal harga rotan jika diuangkan, Djoko belum bisa memperkirakan. “Jika dirupiahkan kita masih belum bisa tentukan. Perlu dikoordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dulu," jelasnya.

Barang hasil tindakan atau barang yang dilarang ekspor ini, dijelaskan Djoko akan ditetapkan sebagai barang yang dikuasai negara. “Setelah itu, kita usulkan ke Menteri Keuangan, sekaligus untuk memanfaatkan atau penyelesaian bahan yang dikuasai negara yang kemudian dilakukan pemusnahan atau pelelangan. Bisa juga ditetapkan untuk peruntukan yang lain,” pungkasnya. (noi/jee)