Kamis, 05 Desember 2019


Pemkab Akan Maksimalkan Pengelolaan Objek Wisata

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 121
Pemkab Akan Maksimalkan Pengelolaan Objek Wisata

Berwisata – Warga saat berwisata ke Istana Alwatzikhoebillah saat libur lebaran. Pemkab Sambas berencana akan meningkatkan pengelolaan tempat wisata di Sambas agar nantinya memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

SAMBAS, SP - Istana Alwatzikhoebillah Sambas yang terletak di delta Sungai Sambas kecil selalu memang menarik minat wisatawan lokal maupun dari luar Sambas.

Keasrian lingkungan, lanskap di tepian sungai dan keramahan warga, serta pihak istana yang telaten meladeni kunjungan warga, menjadi daya tarik yang menjadikan Istana Alwatzikhoebillah, sebagai destinasi utama wisata selama perayaan Idulfitri.

Pangeran Ratu Kesultanan Sambas, Muhammad Tarhan mengatakan, Istana Alwatzikhoebillah merupakan simbol yang terbuka bagi kunjungan warga yang ingin bersilaturahim, berziarah dan berwisata.

"Siapapun yang dengan maksud baik untuk datang ke Istana Alwatzikhoebillah dipersilakan, kita sangat terbuka," ujarnya, baru-baru ini.

Membludaknya pengunjung ke Istana Alwatzikhoebillah juga cukup terasa pada Idulfitri kali ini, sejak hari kedua perayaan Idulfitri hingga hari ketujuh, wisatawan lokal dan luar daerah terus mendatangi tempat tersebut.

Hal ini pula yang menjadi perhatian Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili. Menurut dia, penataan wisata di daerahnya sudah seharunya digarap dengan lebih baik lagi, agar bisa berimplikasi positif terhadap ekonomi masyarakat.

"Alhamdulillah, pada tahun ini kunjungan wisata ke Sambas sepertinya cukup baik, terutama selama perayaan Idulfitri," katanya, Senin (10/6).

Di antara lokasi favorit wisatawan, kata dia yakni Pantai di Paloh atau Temajuk, Danau Sebedang dan Istana Alwatzikhoebillah Sambas.

"Ini semua memang masih dikelola secara konvensional, melihat majunya wisata kita, saya kira ke depan upaya pengelolaan secara baik juga mesti dilakukan,” sebut Atbah.

Pengelolaan yang lebih baik, menurut Atbah juga dimaksudkan agar masyarakat setempat dapat merasakan manfaat yang lebih besar.

“Perkembangan pengelolaan wisata yang semakin profesional akan bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," pungkasnya. (noi/jee)