Rabu, 22 Januari 2020


Sambas Terima Bantuan Transportasi dari Kemendes PDTT

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 81
Sambas Terima Bantuan Transportasi dari Kemendes PDTT

Salurkan bantuan – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili berbicara dengan warga penerima bantuan dari Kementerian Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Atbah berharap bantuan ini digunakan dengan baik oleh masyara

SAMBAS, SP - Kementerian Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyalurkan bantuan alat transportasi desa ke Kabupaten Sambas.

Pelaksana tugas Dinas Perhubungan Sambas, Uray Heriansyah mengatakan, semua bantuan transportasi yang disalurkan telah dilengkapi dengan surat yang diperlukan.

"Penyerahan moda transportasi terutama roda empat sudah dilengkapi surat menyurat kendaraan, dan plat dasar berwarna kuning. Kemudian speedboat juga disertai dengan alat penunjang keselamatan," kata Heriansyah, Kamis (5/12).

Ada tiga unit speedboat dengan mesin ukuran 15 hp yang diberikan untuk Bumdes Desa Sasak, Kecamatan sajingan, Bumdes Desa Teluk Pandan, Kecamatan Galing, dan Bumdes Desa Tempapan, Kuala Kecamatan Galing. Untuk satu unit minibus diberikan kepada Bumdes Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan.

"Moda transportasi pedesaan mendapatkan bantuan DAK Afirmasi Kementerian PDTT senilai Rp700 juta lebih dari pemerintah pusat. Bantuan ini juga merupakan upaya dari Bupati Sambas dan Bapak Ferry Madagascar yang sebelumnya merupakan Kadis Perhubungan Sambas," ucapnya.

Adanya bantuan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang menerima bantuan. "Bantuan modal transportasi silakan dikelola untuk kepentingan masyarakat setempat," tukasnya.

Sementara Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili yang menyalurkan bantuan mengatakan, Kabupaten Sambas sudah seharusnya mendapatkan bantuan, mengingat secara geografis Sambas berbatasan langsung dengan Malaysia.

"Minibus dan tiga unit speedboat ini luar biasa bagi kita sebagai daerah perbatasan, dan harusnya memang menjadi perhatian serius pemerintah pusat," kata Atbah.

Berbatasan dengan Malaysia, khususnya daerah Serawak, menurut Atbah menjadi pembeda Sambas dengan kawasan lain yang ada di Indonesia.

"Berbeda dengan Irian Jaya yang berbatasan dengan Atambua, Papua Nugini serta perbatasan Timor Leste, mereka memandang kita sebagai daerah yang lebih maju," jelasnya.

Hal ini menguatkan bahwa Sambas semestinya diperhatikan lebih dengan isu daerah perbatasan.

“Karena itu, kita memang harus mendapat perhatian lebih dan lebih banyak dana khusus dari pemerintah pusat untuk kemajuan daerah kita yang berbatasan dengan Malaysia,” ungkap Atbah. (hms/noi/jee)