Minggu, 19 Januari 2020


Perjuangan Nasih Guru Honorer

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 51
Perjuangan Nasih Guru Honorer

Ilustrasi

SAMBAS, SP – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili tengah berupaya membentuk manajemen pendidikan berbasis digital di Sambas. Atbah meyakini, upaya itu dapat meningkatkan kesejahteraan guru.

Menurut Atbah, saat ini pendidikan di daerah perbatasan Sambas sudah jauh lebih baik dan kondusif dibandingkan beberapa tahun lalu.

"Pendidikan di perbatasan kita saat ini sudah sangat baik dan kondusif," kata Atbah, Minggu (8/12)

Namun kembali menjadi persoalan adalah mengenai kesejahteraan guru-guru honorer di Sambas yang masih sangat perlu untuk diperhatikan. 

"Nasib guru honorer perlu diperhatikan agar lebih mendapatkan kehidupan yang layak," ujarnya.

Pemkab Sambas diyakini Atbah akan menyampaikan kondisi guru honorer ke Kementerian Pendidikan agar nantinya nasib mereka bisa lebih baik dari saat ini.

"Saya dalam waktu dekat akan menyurati Kementerian Pendidikan terkait nasib guru honorer. Pada 2021, saya berkomitmen akan menambahkan insentif guru honorer, karena pada 2020 anggaran kita tersedot untuk Pilkada," ungkapnya.

"Namun bukan berarti kita tidak akan memperhatikan, sekitar lebih dari 1.000-an guru honorer ini akan kita upayakan untuk diperhatikan," lanjut Atbah.

Melalui sistem digital pendidikan, menurut Atbah akan mempermudah pemerintah dan dinas terkait untuk memberikan penghargaan kepada guru yang memiliki dedikasi tinggi. Begitu juga teguran kepada guru-guru yang bermalas-malasan dalam bekerja, sebagai seorang pendidik. 

"Manajemen guru basic digital adalah sebuah keniscayaan, dengan demikian akan mudah untuk reward and punishment," pungkas Atbah. (noi/jee)