Rabu, 19 Februari 2020


Staf Kemenkeu Pantau Aktifitas Ekspor

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 158
Staf Kemenkeu Pantau Aktifitas Ekspor

PANTAU - Didampingi Bupati Sambas, H.Atbah Romin Suhaili, Lc,MH, Kepala Kantor Wilayah Direktorar Jenderal Kekayaan Negara Edward UP Nainggolan dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Prop Kalbar Azhar Rasyidi, memantau langsung masyarakat

SAMBAS, SP - Kementerian Keuangan Republik Indonesia memberikan apresiasi atas kegiatan ekspor, di Pos Lintas Batas Negara RI di Aruk Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas. 

Tindak lanjut dari aktifitas ekspor itu, dijadwalkan pejabat eselon I Kemenkeu RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sambas.

Langkah awal dari rencana itu, staf Kementerian Keuangan Wilayah Propinsi Kalimantan Barat di Pontianak, yakni Kepala Kantor Wilayah Direktorar Jenderal Kekayaan Negara Edward UP Nainggolan dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Prop Kalbar Azhar Rasyidi, memantau langsung masyarakat melakukan ekspor di PLBN Aruk, Selasa (14/1). 

Dua Pejabat Kanwil  didampingi Bupati Sambas, Camat Sajingan Besar, Kepala BNPP PLBN Aruk, Kepala KPKNL Singkawang dan beberapa tamu lainnya. 

Staf Kemenkeu RI itu, sebelum monitoring di lapangan, terlebih dahulu melakukan pertemuan terbatas membahas rencana kunker pejabat eselon I Kemenkeu RI Dan Forkopimda Kalbar. 

Edward Up Nainggolan, Kanwil DJKN Kalbar mengatakan, pertemuan dengan Bupati, dalam rangka mendorong pemerintah daerah memaksimalkan peluang ekspor yang telah terbuka di PLBN Aruk. Kata dia, Unit kerjanya siap memaksimalkan proses ini. 

"Tadi kita sudah bicara, memang masih terdapat beberapa kondisi yang harus diperkuat bersama. Tentunya kami siap mendukung kelancaran upaya ekspor. Kami bantu menginventarisir dan mencarikan pemecahan masalah yang berdampak baik untuk semua," ujar Edward, Rabu (15/1).

Ditempat yang sama, Kanwil DJBC Kalbar, Azhar Rasyidi, mengatakan, inventarisir memang diperlukan. Menurut dia, masih banyak yang bisa difollow up kedepannya. 

"Bila diperlukan lagi, agar cepat direspon untuk mengakselerasi percepatan pelayanan ekspor ini, isu-isu strategis kita bawa ke ranah yang lebih kompeten lagi, seperti di sosek malindo," ingat Azhar. 

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengatakan, kehadiran dua pejabat Kemenkeu RI Perwakilan Kalbar itu sebagai bentuk apresiasi semua pihak terhadap kegiatan ekspor di PLBN Aruk. 

Hasil pertemuan dengan dua Kepala Kanwil itu dijelaskan Bupati sebagai bentuk dukungan bagi Kabupaten Sambas memaksimalkan ekspor untuk kesejahteraan rakyat. 

"Kunjungan ini bentuk perhatian semua pihak pada kita, pada upaya ekspor ini. Pertemuan kami pun banyak mendapat masukan, agar bagaimana daerah, terlebih masyarakat kabupaten sambas bisa menghadirkan produk unggulan untuk diekspor dan benar benar jadi pemainnya, bukan penonton," ujarnya.

Selain itu, Pemda Sambas kata Atbah, akan terus mendorong produk Kabupaten ini agar bisa di ekspor ke negara luar, terutama Malaysia.

"Tentunya pemda Kabupaten Sambas terus berupaya, kedepan banyak produk Kabupaten Sambas menjadi primadona ekspor di PLBN Aruk," tukas Atbah. (noi) 

Rincian Ekspor 

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas, Ir H Musanif MT mengatakan, berdasarkan data pada Januari hingga Desember 2019, yakni jeruk sebanyak 287 Ton, Buah naga 58 Ton, kelapa 180 ribu biji, Nanas sebanyak 37.956 buah dan petai 35 Ton. 

"Pada Desember 2019, kita sudah melakukan ekspor secara resmi komoditi perikanan dan pertanian dengan dokumen ekspor yang tercatat dengan kode port Sambas yaitu, Ekspor ubur-ubur sebanyak 2,7 Ton, dengan nilai sekitar Rp45 juta pada 6 Desember, kemudian pada 12 Desember ekspor cumi cumi sebanyak 3,3 Ton dengan nilai Rp80 juta,"ungkapnya.

Kemudian pada Rabu (18/12) yakni buah nanas sebanyak 1 Ton, jeruk 550 Kilogram, buah naga 2,2 Ton, petai dan keladi 500 Kilogram, Kelapa 2 Ton, jagung 1,4 Ton dengan nilai total Rp150 juta. 

“Jika dalam satu minggu transaksi di PLBN senilai Rp150 juta, maka dalam satu bulan ada Rp600 juta transaksi,” tukasnya. (noi)