Rabu, 19 Februari 2020


Pernikahan Dini Biang Perceraian

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 114
Pernikahan Dini Biang Perceraian

Ilustrasi perceraian

SAMBAS,SP - Tingkat perceraian di Kabupaten Sambas masih tinggi. Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengimbau masyarakat untuk menekan pernikahan usia dini.

"Tingkat perceraian dikabulkan Sambas setiap tahunnya bisa mencapai 800 kasus. Ini kita harus cari solusinya agar tingkat perceraian ini bisa ditekan," katanya, Kamis (16/1).

Salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Kabupaten Sambas adalah pernikahan usia dini.

"Salah satu penyebabnya adalah pernikahan dini yang masih banyak. Untuk itu orang tua perlu melakukan pengawasan ekstra kepada anak-anaknya. Jangan sampai menjadi korban dari pernikahan dini ini," katanya.

Pada usia yang belum siap menikah, namun harus menikah dikarenakan sebab yang tidak bisa dihindarkan lagi sehingga terjadi perceraian.

"Penilaian di usia dini, pemikiran belum terlalu terkontrol sehingga bisa terjadi perceraian," ungkapnya.

Perceraian ini juga menyebabkan anak-anak menjadi tidak terawasi dengan baik sehingga cenderung melakukan perbuatan menyimpang.

"Orang tua kemudian ke Malaysia untuk menjadi TKI, anaknya kemudian dititipkan kepada neneknya sehingga pengawasan tidak begitu baik. Akhirnya anak-anak bisa saja melakukan perbuatan menyimpang, bahkan banyak anak-anak yang ngelem," ungkapnya.

Hairiah menyampaikan saat ini sedang diusulkan di DPR-RI untuk mengubah usia pernikahan terutama untuk anak-anak perempuan, dimana pada UU No 1 Tahun 1974 pernikahan diperbolehkan pada usia 16 tahun.

"Mudah-mudahan dengan diusulkan untuk merubah usia pernikahan bisa disetujui baik perempuan dan laki-laki di usia 18 tahun," tutupnya

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Erwin Johana mengatakan, tingginya angka perceraian harus diketahui penyebabnya.

Perlu inventarisir apa yang menjadi sebab terjadinya kasus perceraian, karena dari sini akan mengungkap persoalan lainnya.

"Jika tren perceraian juga selaras dengan naiknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga, maka mesti diambil langkah perlindungan lebih kepada perempuan.Jika ditimbulkan oleh faktor ekonomi, maka kesejahteraan masyarakat perlu ditingkatkan. Jika karena perselingkuhan, maka nilai religius masyarakat perlu ditingkatkan pula," paparnya.

Karena itu, menurut dia, dari data tersebut bisa didapat gambaran apa saja langkah kedepan yang bisa dilakukan, perumusan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan solutif terhadap persoalan masyarakat.

"Jadi, kasus perceraian tidak kita lihat dari angkanya saja, namun juga penyebabnya dan dari sini kita bisa menentukan treatmen kepada masyarakat, menentukan arah kebijakan pembangunan yang tepat bagi kebutuhan penyelesaian persoalan seperti ini," tukasnya. (noi/bah)

Ketahui Pergaulan Anak

Tokoh Pemuda Kabupaten Sambas, Muhammad Rasyid mengatakan, pemerintah desa bersama masyarakat mesti menyadari penyebab utama pernikahan dini yakni banyaknya tempat-tempat yang dijadikan anak muda berkumpul dan berpacaran di malam hari.

"Untuk itu kesadaran masyarakat dan pemerintah desa juga harus hadir untuk mengamankan tempat-tempat yang berpotensi dijadikan lokasi berpacaran anak muda," ungkapnya.

Pengawasan orang tua juga sangat penting, seperti tidak membiarkan anak-anak keluar malam tanpa ada alasan yang jelas.

"Peranan orang tua sangat penting. Ini adalah kunci. Jika orang tua sudah acuh  tentang pergaulan anaknya, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya. (noi/bah)