Minggu, 19 Januari 2020


Dewan Hakim MTQ Dilarang Bawa Ponsel

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 132
Dewan Hakim MTQ Dilarang Bawa Ponsel

RAKOR - Ketua LPTQ Kabupaten Sanggau H Roni Fauzan ketika memimpin rapat Dewan Hakim di ruang kerjanya, Kamis (5/12). SUARA PEMRED/JULIANUS RATNO

SANGGAU, SP - Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVIII Tingkat Kabupaten Sanggau tahun 2019 menggelar rapat koordinasi di ruang kerja Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sanggau, Kamis (5/12). Rakor tersebut dipimpin Ketua LPTQ Kabupaten Sanggau, H Roni Fauzan.

Sedianya, gelaran MTQ XXVIII Tingkat Kabupaten Sanggau tahun 2019 ini akan digelar di Kecamatan Bonti pada 14 Desember 2019 mendatang. 

“Hari ini (kemarin, red) kita melaksanakan rapat koordinasi untuk mempersatukan persepsi,” kata Roni ditemui wartawan usai rapat tersebut.

Ia mengatakan, para dewan hakim dituntut untuk dapat menjalankan tugas dengan baik dan seadil-adilnya guna menyukseskan pelaksanaan MTQ.

“Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, termasuk komplain dari peserta. Selama melakukan penilaian, dewan hakim juga nanti dilarang membawa handphone. Untuk handphone akan dikumpulkan oleh panitia, itu sudah ada di surat edaran,” terang Roni.

Terkait persiapan seluruh rangkaian kegiatan pada MTQ nanti, ia menyebut sudah mencapai 90 persen. 

“Yang perlu kita sikapi nanti kalau hujan, karena areal MTQ itu kan timbunan, tapi itu sudah kita antisipasi oleh panitia teknis di tingkat kecamatan,” ucapnya.

Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini tidak menggunakan tribun. Pasalnya, tribun belum dibangun dinas terkait. 

“Tapi tetap di areal yang sama sesuai petunjukan Pak Bupati dan hasil rapat pengurus di tingkat kecamatan,” jelas Roni.

Seperti diketahui, saat meninjau langsung lokasi pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Sanggau di Kecamatan Bonti pada Kamis (7/11) lalu, Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) menyampaikan permintaan maaf kepada warga Bonti karena pembangunan tribun MTQ di kecamatan itu batal dikerjakan tahun di 2019. 

“Jadi tribunnya batal dibangun. Uangnya dikembalikan ke kas daerah. Ini sekalian saya lapor ke pak Kapolsek, pak Daramil dan aparat penegak hukum di sini bahwa tribun itu tidak kita lanjutkan tahun ini,” ucapnya.

Pembangunan tribun, lanjut PH yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sanggau ini, akan dikerjakan di tahun 2020. PH kemudian mengingatkan dinas terkait agar tidak ada lagi diskusi teknis terkait pembangunan tribun tersebut. 

“Tahun depan tidak ada lagi diskusi teknis, ikuti saja, langsung pengadaan barang dan jasa sehingga posisi kita ini aman,” tegasnya.

Bupati menyebut, dalam penyelenggaraan MTQ Pemerintah Kabupaten Sanggau mengalokasikan anggaran sebesar Rp800 juta. 

“Untuk persiapan lahan itu berbeda, itu juga dihibahkan Rp200 juta untuk lahannya,” pungkas PH. (jul)

Lima Cabang Perlombaan

MTQ tingkat Kabupaten Sanggau 2019 mengusung tema ‘Melalui MTQ Kita Wujudkan Masyarakat yang Agamis, Harmonis dan Sejahtera Menuju Generasi Qur'ani yang Berakhlak Mulia dan Berprestasi untuk Kabupaten Sanggau yang Bermartabat’.

Akan ada lima cabang yang diperlombakan diantaranya dalam bentuk membaca, melantunkan dan memahami ayat suci Al-Qur'an berupa Musabaqah Tilawatil Qur'an, Musabaqah Tahfidz Qur'an, Musabaqah Fahmil Qur'an, Musabaqah Syarhil Qur'an, Musabaqah Khattil Qur'an.

Camat Bonti Darmikus menyampaikan maksud diselenggarakannya MTQ XXVIII tingkat Kabupaten Sanggau adalah sebagai salah satunya upaya pembinaan keagamaan terhadap umat.

Sedangkan tujuannya adalah terjalinnya Ukhwan Islamiyah menuju masyarakat madani di Bumi Daranante Sanggau, terwujudnya masyarakat Islam yang Qur'ani guna mengapai kebahagian baik dunia maupun akhirat, terwujudnya masyarakat yang agamis harmonis dan sejahtera menuju generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan berprestasi.

Dikatakannya, dengan menjadi tuan rumah perhelatan MTQ tersebut hal ini tentunya menjadi kebanggan bagi Kecamatan Bonti. (*)