Rabu, 19 Februari 2020


Pemkab Gelontorkan Rp1,4 Miliar Menuju Bebas Rabies

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 135
Pemkab Gelontorkan Rp1,4 Miliar Menuju Bebas Rabies

RAKOR - Bupati Sanggau, Paolus Hadi memimpin Rakor Pengendalian dan Penanggulangan Rabies dan Rencana Aksi Saber 24, di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Sanggau, Selasa (21/1). Suara pemred/julianus ratno

SANGGAU, SP - Pemkab Sanggau berkomitmen menekan angka penularan rabies dan menargetkan pada tahun 2024 mendatang Sanggau bebas rabies. Di tahun ini, Pemkab Sanggau mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk penanggulangan rabies tersebut.

 

Pemkab Sanggau menyiapkan anggaran Rp1,4 Milyar yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2020. Dana ini mungkin paling besar di Kalbar jika dibandingkan kabupaten lain. Ini wujud keseriusan Pemkab Sanggau dalam mengatasi rabies,” kata Paolus Hadi (PH), saat membuka Rakor Pengendalian dan Penanggulangan Rabies dan Rencana Aksi Sanggau Bebas Rabies Tahun 2024 (Saber 24), di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Sanggau, Selasa (21/1).

 

Menurut PH anggaran Rp1,4 itu dipastikan tidak cukup. Oleh karena itu, Pemkab Sanggau berharap bantuan Pemerintah Provinsi Kalbar dan Kementerian Pertanian serta pihak swasta melalui dana CSR. “Dan saya minta camat agar bisa melibatkan rekan kerja kita di bawah supaya persoalan ini dapat kita tuntaskan bersama,” ujarnya.

 

Menuju Sanggau bebas rabies tahun 2024, lanjut Bupati dua periode ini, Pemkab Sanggau akan mengambil langkah penanganan dengan cara SMS yaitu serentak, massif dan seluruhnya.  Serentak, dijelaskan PH, vaksinasi dilakukan dalam satu waktu atau bersamaan.

 

Massif, vaksinasi yang dilakukan dengan melibatkan semua pihak. Dan Seluruhnya, adalah vaksinasi dilakukan pada seluruh populasi Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Sanggau tanpa terkecuali. Untuk itu, Bupati berharap semua pihak dapat terlibat dalam menangani rabies ini dan untuk tim yang akan di-SK-kan betul-betul bekerja.

 

Semua kita harus terlibat, baik itu pengusaha, Ormas, pecinta binatang, para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan lain sebagainya. Pokoknya ngomong jak terus. Kita ingatkan bahaya rabies itu,” ucap PH.

Sementara itu, ditemui usai Rakor, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Bunnak) Kabupaten Sanggau Syafriansyah mengatakan, angka rabies di Kabupaten Sanggau dari tahun 2000-2019 cukup tinggi. Khusus pada tahun 2019 ada 8 korban meninggal dunia. Oleh karena itu, Rakor yang digelar ini, kata dia, untuk menyampaikan kepada semua pihak bahwa rabies ini berbahaya.

 

Penanggulangannya sangat penting, tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah saja, maka kita libatkan berbagai pihak. Maka muncullah program pak Bupati Saber 24 yang melibatkan semua pihak,” terang Syafriansyah. (jul)